|
Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
|





Ahad, 25 Maret 2012 pukul 09:00 WIB
Penulis : Fiyan Arjun
”Mengajarkan ilmu kepada orang yang belum mengetahuinya adalah shadaqah.” (HR. Ibnu Abdil Barr.)
Setiap hari Selasa adalah hari dimana menurutku sangat membahagiakan dan menyenangkan. Karena apa? Karena aku bisa menyapa dan bisa bercakap-cakap kembali dengan bidadari-bidadari kecilku. Begitu aku menyebutnya untuk anak-anak didikku yang lucu sekaligus smart.
Ya, sejak aku menjadi seorang guru ekskul Jurnalis Cilik (Jurcil) selama 2 tahun dari tahun 2010 hingga sekarang ini, kini hidupku bertambah lagi. Penuh dengan warna yang lain daripada biasanya. Tidak seperti dulu, aku hanya berkutat sebagai mahasiswa dan penulis freelance saja! Tak ada kesibukan lainnya.
Suatu hari di hari Selasa, seperti biasa di pertemuan yang keempat kalinya, aku mendapatkan pertanyaan dari anak didikku ini, kelas 3 SD. Tipenya selalu memperhatikan aku dari mimik hingga cara aku mengajar di setiap kali pertemuan. Anak didikku ini suka asal bicara ceplas-ceplos. Ada saja yang dipertanyakan dibanding anak didikku yang lainnya. Dan pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut kecilnya.
"Pak, saya bosan ekskul, masa sih menulis melulu. Saya mau keluar aja, Pak!"
Begitu ucapannya saat aku sedang mengajar. Saat itu aku tidak lantas menjawabnya. Karena dari segi waktu, jam ekskul hampir selesai. Mungkin nanti saat pertemuan selanjutnya.
Di pertemuan selanjutnya, aku menjawab pernyataan dari anak didikku. "Baiklah, sebelum dimulai, dengarkan Bapak dulu bicara. Bapak akan memberitahukan bahwa ekskul Jurnalis Cilik ini beda dari ekskul-ekskul lainnya. Ekskul ini memang banyak menulis. Bukankah kalian bercita-cita menjadi wartawan, repoter, bahkan menjadi penulis? Nah, jadi ekskul ini memang banyak menulis."
Begitulah ucapanku sekaligus untuk menjawab dari anak didikku itu. Dan saat aku mengatakan begitu, kulihat anak didikku itu hanya diam. Entah, apakah ia pikirkan? Aku tidak tahu.
Ada rasa menyesal ketika mengatakan seperti itu. Apakah nanti mereka, khususnya salah satu anak didikku itu, tak seperti dulu lagi? Apakah aku salah menjawab ucapannya pada saat pertemuan itu?
"Pak, tolong ikatkan kerudung saya dong, Pak. Kerudung saya ini talinya lepas," tiba-tiba usai pertemuan aku dihampiri salah satu anak didikku. Dialah anak didikku yang bertanya saat pertemuan ekskul terdahulu.
Semoga aku bisa lebih bijak lagi menghadapi semua kemungkinan yang terjadi. Karena aku bukanlah guru yang berasal dari disiplin ilmu. Bukan pengajar semestinya. Tapi aku hanya ingin berbagi ilmu yang aku miliki agar mereka jika sudah besar nanti selalu hidup saling berbagi dan mengasihi kepada sesama serta berbakti kepada orangtua. Tentunya membudayakan membaca dan menulis. Semoga.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fiyan Arjun sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.