|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|
|
|
fziah05@ymail.com |
|
http://facebook.com/fauziah humaira |
|
http://twitter.com/sihaizirah |





Kamis, 15 September 2011 pukul 09:30 WIB
Penulis : Fauziah Humaira
Ini hanya sekadar carut-marut yang terjadi berulang kali setiap penerimaan calon PNS dibuka. Pendaftar yang membludak di manapun. PNS sudah menjadi tujuan baku bagi mereka yang mengenyam bangku pendidikan (bukan ilmu dalam menempuh pendidikan). Ini rahasia umum dalam masyarakat secara general. Cara cepat jadi PNS harus punya link, biasanya orang yang bekerja sebagai PNS yang jabatannya mendukung kelancaran proses ini.
Sudah menjadi semacam bisnis untuk menjadi PNS. Tak perlu heran, semua ada harga pasarannya, bagi lulusan D3 beda harga pembelian PNSnya dengan mereka yang telah lulus S1. Proses jual beli PNS juga sudah menjadi hal yang lazim dilakukan. Si pembeli bahkan sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari.
Ini adalah realitas yang tentunya membunuh kreatifitas untuk berkarya. Hanya sebagian kecil saja yang lulus seleksi untuk jadi PNS murni dengan standar kelulusan dari hasil tes. Ini hanya untung-untungan, siapa yang beruntung 100 : 1.
Suatu doktrinisasi masyarakat pedesaan setiap yang mengenyam pendidikan perkuliahan akan berujung dengan PNS. Seolah keluarga yang notabenenya bekerja sebagai PNS, berapa orang anaknya yang berhasil menjadi PNS akan menjadi tolak ukur kesuksesan si orangtua yang bekerja sebagai PNS itu tadi.
Entah kapan ini akan berakhir. Yang jelas proses jual beli terjadi ketika ada penjual dan pembeli. Selama penjual dan pembeli ini tetap beraksi, sampai kapanpun tidak ada kata henti.
Ini realita yang ada di sekeliling saya, bagaimana dengan anda?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fauziah Humaira sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.