HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
All About Muslimah
11 Agustus 2011 pukul 14:00 WIB
Melodi Indah Tetap di Hatiku
4 Agustus 2011 pukul 11:00 WIB
Kreatif Mencintaimu
3 Agustus 2011 pukul 13:40 WIB
Hati; Cinta dan Dakwah
29 Juli 2011 pukul 11:22 WIB
Cahaya Bersenandung Rindu
21 Juli 2011 pukul 11:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 12 Agustus 2011 pukul 08:29 WIB

Ketika Senja Merona Lain

Penulis : Rifatul Farida

Di sore Jakarta, melihat para pemulung dan pencari kardus bekas dengan gerobaknya, lusuh. Mereka kembali pulang.

Ada jiwa pahlawan kudapati pada sosok lusuh mereka. Mungkin pahlawan untuk anak usia enam tahun yang menjadi buah cintanya dengan seorang wanita sederhana. Dan tentu saja pahlawan untuk sang wanita tercinta yang telah "memberikannya" seorang anak lucu namun harus ikut berjibaku, bertahan hidup, mengais rupiah demi rupiah di barang-barang rongsokan yang bagi sebagian kita menjijikan untuk di pungut kembali.

Mereka, adalah pahlawan yang telah mendapatkan tempatnya sendiri. Yang tak perlu tanda jasa, tak perlu pengakuan, pun tak perlu eksploitasi. Mereka adalah pahlawan bagi anak dan isterinya.

Sedang tidak ingin menggugat rasa ketidakadilan, namun sungguh keterlaluan bagi sebagian kita yang masih bisa hidup bermegah-megah, berboros ria, dengan pemandangan di sekitar kita yang begitu gamblang memprihatinkan.

Bisakah sejenak saja kita pikirkan bagaimana sepuluh tahun ke depan untuk anak usia enam tahun itu? Yang seharusnya saat ini sedang bernyanyi riang dengan lagu "Taman kami yang sangat indah, tempat bermain dan belajar, taman kanak-kanak...".

Jangan salahkan orangtuanya jika kemudian di masa remajanya ia menjadi pencopet, preman jalanan, dan banyak lagi istilah yang bermakna sampah masyarakat, tanpa tahu batasan halal dan haram, karena sedari kecil tak pernah mendapatkan pelajaran moral. Jangan salahkan ia jika di usia baligh tak tahu adab, etika, dan sopan santun. Karena baginya hidup bukanlah soal haram halal, hidup bukanlah soal kesopanan, hidup bukanlah soal keluwesan apalagi keindahan. Tapi baginya, hidup adalah bagaimana mendapatkan rupiah. Hidup adalah bagaimana tetap bernafas dan hidup.

Mereka, membutuhkan kita untuk berubah. Mereka membutuhkan kita untuk menjadi lebih baik dari keadaan sekarang. Mereka membutuhkan tangan-tangan suci untuk menyucikan jiwanya, dan tangan itu bukan tangan mereka. Tapi tangan dari para manusia yang selalu terbasahi dengan air wudhu, tangan yang tergerakkan oleh jiwa yang mampu menjangkau lingkaran luar dari dalam dirinya.

Sungguh, kelak akan datang suatu masa ketika semua anggota tubuh menjadi saksi. Lesatan pertanyaan yang mungkin tak pernah kita duga; Apa yang sudah kita lakukan untuk mereka, atas nama tanggung jawab ukhuwah? Lalu, jawaban apa yang kita punya? Sementara gundukan egoisme begitu angkuh membatasi kita, dan akan semakin menjulang tinggi jika tak sedari sekarang juga kita seriusi untuk menghentikannya.

Mereka, saudara kita juga, yang menjadi bagian dari kehidupan kita. Yang hubungan persaudaraan itu dengan indah Nabi SAW mengibaratkan layaknya satu tubuh; jika bagian yang ini sakit, maka bagian yang lain ikut pula merasakannya.

Astaghfirrullahal'adzim....
Ampuni kelalaian kami ya Allah.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eko Prasetyo | Editor Bahasa
Tulisan-tulisan di KotaSantri.com bagus dan sering dijadikan acuan oleh banyak pembaca. Saya memahaminya karena kebetulan juga berkecimpung di media serta punya banyak teman pembaca KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3225 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels