Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Cahaya Bersenandung Rindu
21 Juli 2011 pukul 11:22 WIB
Allah, Aku Memintanya
20 Juli 2011 pukul 14:00 WIB
Bunda, Aku Kangen
13 Juli 2011 pukul 14:15 WIB
Menjadi dan Meraih Kebaikan, Kenapa Tidak?
8 Juli 2011 pukul 11:22 WIB
Merah Hatiku
7 Juli 2011 pukul 10:50 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 29 Juli 2011 pukul 11:22 WIB

Hati; Cinta dan Dakwah

Penulis : Rifatul Farida

Ketika cinta itu mengenai apa yang kau rasa, demikian juga dakwah. Ketika cinta adalah aroma indah yang menentramkan saudara seiman, begitu juga dakwah. Ketika cinta mengecup kening-kening ukhuwah dengan kecupan terlembut, begitu juga seharusnya dakwah.

Maka dakwah adalah cinta!

Ia menelusup ke jantung hati para pejuang kebenaran, menggejolakan darah pada titik-titik ridhaNya. Menebar keshalehan sosial yang mulanya adalah keshalehan pribadi.

Ketika cinta menjadi dakwah, mestinya tak ada saling menjegal. Ketika cinta seharusnya dakwah, maka selayaknya hati-hati kita terhimpun dalam satu kata; untukNya.

Namun, begitulah dakwah memilih jalannya sendiri. Dan kebenaran memilih waktunya sendiri. Sementara di barisan ini, berbekal kekokohan tekad, yang dimuarakan untuk keridhaanNya, kita merunutinya dengan senandung kerinduan, akan surga firdausi yang dijanjikan. Di sisi hati, ada do'a-do'a tak berjeda, akan ketetapan menempati satu kata inti, petunjukNya.

Bukan pada ulasan-ulasan yang dirasa cerdas menentukan cinta ini harus ke mana, tapi ada dimensi lain yang hanya dipahami oleh para pelaku cinta. Tidak untuk fanatik, tapi untuk sebuah harga dari hati, yang telah bersatu dalam rangka membela syari'atNya.

Seperti halnya keimanan yang ada di hati, pun demikian cinta. Ia, tak kan mampu terjangkau hanya dengan ulasan logis, dan dibantai habis secara ilmiah. Karena cinta, hanya dari hati ke hati.

Maka, mengertikah engkau sekarang, kawan? Justru tangan ini semakin erat saling berpegangan, disaat-saat ini, ketika ujian demi ujian begitu deras mengucur di pelataran keteguhan.

http://rifarida.multiply.com

Suka
Fasihul Al Rasyid dan Adinda rizky firsta putri menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mumtahah Annisa | Ibu Rumah Tangga
Di sini tempatnya kalau ingin berdiskusi sama teman-teman yang asyik banget.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1379 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels