|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Rabu, 20 Juli 2011 pukul 14:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Allah,
aku memintanya
sabar dan menguatkan kesabaran
Allah,
aku memintanya
Jiwa yang lebih kuat, hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih menyeluruh
Agar aku bisa bijak, meski kepercayaan tertikam dari belakang
Agar aku ikhlas menanggung kepayahan, meski hasil kelalaian orang lain
Agar aku lebih bisa memaafkan, sebesar kesalahan yang tak mungkin termaafkan
Agar aku lebih bisa dan bisa banyak mendengar keluh kesah yang sudah melampaui daya tampung pendengaran
Allah,
aku memintanya
Dan jika permintaan ini berubah menjadi amanah
Maka akan aku pertanggungjawabkan dengan jantan
Karena inilah keputusan
Keputusan untuk tetap berdaya
Untuk tetap berupaya
Untuk tetap berdiri
Untuk tetap menapak
Untuk tetap hidup dengan pemaknaan luar biasa
Atau jika tak jua bisa kumaknai
Mungkinkah Izrail segera Engkau kirimkan tuk menyapa?
Aku ikhlas menutup semuanya
Jika memang ketetapan takdir itu hanya sampai di sini
Pun, jika aku punya hak untuk memilih
Maka kupilih mengakhiri
Maka, kabulkanlah, duhai Rabbi
Permohonan, yang menjadi harga mati hidupku
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.