HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://meyla.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
http://meylafarid.multiply.com
Tulisan Meyla Lainnya
Perkedel Kentang 'Seadanya'
25 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
Lapindo, Susno, Ke Manakah Mereka?
18 Juli 2010 pukul 16:00 WIB
Tuhanku
16 Juli 2010 pukul 20:25 WIB
Tujuh Ribu Rupiah
8 Juli 2010 pukul 16:15 WIB
Rumus Menghilangkan Dendam
2 Juli 2010 pukul 17:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 31 Juli 2010 pukul 15:50 WIB

Memakan Bangkai Saudara Sendiri

Penulis : Meyla Farid

Melihat berita hari ini, masih menempati 'rangking' pertama adalah berita tentang kasus yang melibatkan selebriti itu. Membaca komentar-komentar orang yang beragam, hati saya kok jadi capek sendiri. Benarlah, membicarakan keburukan orang dengan berlebihan itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Bahkan membuat hati menjadi sempit dan penuh kedengkian.

"Loh, mereka kan memang bersalah?" Mungkin ada yang berkomentar demikian. Andai benar begitu, lantas apakah memang bermanfaat kita selalu memperdebatkan mereka harus dibagaimanakan? Bukankah kita disini, yang menonton saja apa yang terjadi, hanya melihat dan membicarakan lalu menggunjingkan saja? Dan apakah tidak merasa, hati menjadi kusut dan lelah membicarakan aib orang terus-terusan seperti ini. Bahkan, hanya membaca komentar-komentar di milis saja saya sudah sangat 'lelah'.

Jadi teringat sebuah hadist sahih (namun saya lupa diriwayatkan oleh siapa), bahwa "Perbuatan dosa adalah segala sesuatu yang membuat hatimu tidak tenteram dan gelisah, dan perbuatan yang baik adalah segala sesuatu yang membuat hatimu tenteram dan tidak gelisah"

Mungkin tayangan infotainment yang berisi gosip sudah terlalu biasa kita konsumsi sehari-hari. Sehingga kita sebagai muslim jadi lupa, bahwa membicarakan keburukan orang lain tanpa ada tujuan yang baik sebagai penyelesaian masalah, termasuk dosa. Mengkonsumsi keburukan orang untuk kita gunjingkan. Bukankah kita umat Islam diwanti-wanti oleh Al-Qur'an agar tidak 'memakan bangkai saudara' sendiri? Iya, Teman. Menggunjingkan alias berghibah diibaratkan memakan bangkai saudara kita sendiri. Apalagi saudara seiman. Apakah kita mau memakan bangkai sesama saudara? Tidak mualkah kita? Jadi tidak heran jika saat berghibah kita sendiri menjadi 'bau' dan tidak baik lagi karena kita sudah menyantap bangkai!

Anjuran beberapa ulama untuk mengharamkan tayangan infotainment adalah berdasarkan fakta demikian. Harus kita akui, kita hanya mengkonsumsi berita-berita itu dan menikmatinya (menikmati memakan bangkai?!) tanpa melakukan apa-apa kecuali 'memakannya'.

Lantas bagaimana dong, penasaran dengan perkembangan kasus video itu!?. Mau bagaimana lagi nih, kita tidak ada kekuatan untuk memutuskan. Serahkan saja pada mereka yang mengurusnya. Baik atau buruk, benar atau salah, masing-masing akan bertanggungjawab atas keputusan yang mereka pilih. Berdo'a saja deh..supaya tidak bertambah lagi keburukan yang diakibatkan oleh kasus tak senonoh ini. Atau, bentengi diri dan orang-orang di sekitar kita..ini lebih efisien daripada berghibah.

http://meylafarid.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Yussi | Karyawati
Subhanallah sekali bisa bergabung di KotaSantri.com. Barakallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1082 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels