HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://meyla.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
http://meylafarid.multiply.com
Tulisan Meyla Lainnya
Lapindo, Susno, Ke Manakah Mereka?
18 Juli 2010 pukul 16:00 WIB
Tuhanku
16 Juli 2010 pukul 20:25 WIB
Tujuh Ribu Rupiah
8 Juli 2010 pukul 16:15 WIB
Rumus Menghilangkan Dendam
2 Juli 2010 pukul 17:15 WIB
Dengar
30 Juni 2010 pukul 20:13 WIB
Bilik
Bilik » Dapur

Ahad, 25 Juli 2010 pukul 20:15 WIB

Perkedel Kentang 'Seadanya'

Penulis : Meyla Farid

Bahan

  1. 1 butir kentang, dipotong agak besar-besar lalu digoreng (boleh direbus).
  2. 2 butir telur (boleh 1 butir).
  3. 2 cabai merah besar, diris.
  4. 2 siung bawang merah, diiris.
  5. 2 siung bawang putih, diiris.
  6. 1 sachet bubuk lada putih.
  7. Garam.
  8. Penyedap secukupnya (kalau mau).
  9. Margarin (sedikit saja, kalau tidak juga tidak apa-apa).

Cara Membuat

  1. Kentang yang sudah matang dihancurkan, dihaluskan.
  2. Cabai, bawang merah, bawang putih, bubuk lada, dan garam diulek/dihaluskan.
  3. Campurkan semua bahan yang sudah dihaluskan tersebut. Tambahkan telur, aduk hingga tercampur rata. Beri penyedap (kalau suka).
  4. Panaskan minyak goreng seperti biasa. Goreng adonan, pakai api kecil saja. Setelah adonan berwarna kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan. Perkedel kentang pun siap dihidangkan.

Dihitung-hitung, jadinya sekitar 13 potong perkedel. Lumayan, sekedar memanfaatkan bahan yang ada di lemari penyimpanan.

http://meylafarid.multiply.com

Suka
Nurliyanti menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Andree | Karyawan
Walaupun saya baru di KotaSantri.com, tapi saya sangat puas, karena penuh dengan ilmu agama, dan penggunaannya pun sederhana gak seperti yang lain, yang penuh dengan instruksi bahasa orang kafir, kasihan kan yang ingin ikut silaturrahmi tapi gak ngerti bahasanya seperti saya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1792 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels