Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://hendi.kotasantri.com
Bergabung
23 Maret 2009 pukul 18:10 WIB
Domisili
Subang - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
hendi_ruhe@yahoo.com
roehendie@gmail.com
hendi_ruhe@yahoo.com
Tulisan Ruhendi Lainnya
Bapak yang Terbuang
5 Maret 2010 pukul 15:25 WIB
Panggilan Bapak dan Handphone Hilang
14 Februari 2010 pukul 16:55 WIB
Seikhlasnya
12 Januari 2010 pukul 16:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 8 April 2010 pukul 16:30 WIB

Perasaan Istri

Penulis : ruhendi

Dalam kehidupan sehari-hari di rumah, seorang suami kadang merasa egois sebagai pemimpin rumah tangga yang semua kemauan harus dipenuhi dan terlayani. Istri dianggap pelayan. Merasa kewajiban sudah terpenuhi dengan memberikan uang belanja, maka kewajiban itu dirasa sudah cukup. Padahal di luar itu, ada hal lain yang harus diberikan.

Setiap kali aku meminta dibuatkan teh manis hangat di pagi hari dan disiapkan sarapan atau minta susu panas ketika malam hari hujan deras, sang istri dengan sigap segera membuatkan apa yang aku inginkan.

Dan saat ini, istriku sedang hamil. Istri yang sedang hamil ternyata butuh kasih sayang dan perhatian yang lebih, sehingga ia merasa tenang.

Siang hari, untuk mengobati kerinduan pada istri yang tinggal di kota yang berbeda, aku meneleponnya. Menanyakan sekarang lagi apa dan mengobrol ngalor-ngidul serta mengingatkan harus rajin minum susu ibu hamil untuk kesehatan bayi kami nanti.

Dua dus susu untuk ibu hamil yang awal bulan kami beli serta 1 dus pemberian dari orangtua muridnya baru dibuka 1 dus. "Jangan lupa minum susu ya," kataku di ujung telepon. "Pengen dibikinin," jawab istri dengan nada manja.

Aku terhenyak mendengar jawaban itu, terbayang wajahnya bila ia manja. Rupanya istriku sangat menginginkan dibuatin segelas susu yang siap minum dan pasti senangnya. Dan saya niatkan untuk memberikan kejutan segelas susu ketika ia bangun tidur.

Aku berpikir sejenak, kenapa istriku baru "berani" ngomong itu di ujung telepon, padahal ketika aku berada di sampingnya, tidak ada permintaan apa-apa. Merasa berdosa karena selama ini aku belum bisa berbuat yang terbaik untuk istriku.

Tidak terlintas ketika misal dengan kesadaran sendiri membuatkan susunya tanpa diminta. Tidaklah cukup hanya mengingatkan dengan kata-kata. Atau membantunya mencuci baju, membereskan rumah, dan lain-lain.

Terima kasih, istriku, kau telah mengingatkan aku. Ternyata masih banyak yang harus kuperbaiki untuk jadi seorang ayah yang baik dan bantu aku mewujudkannya.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan ruhendi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Salsabila | Mahasiswi
Subhanallah... Walhamdulillah... Sarana dari KSC lengkap banget. Semoga bermanfaat buat kita. Amin...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1043 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels