QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Berhias (Tabarruj), Bolehkah?
20 September 2012 pukul 13:00 WIB
Komunikasi dengan Anak
8 September 2012 pukul 10:15 WIB
Bennet : Setelah Berpuasa, Aku Mantap Memeluk Islam
6 September 2012 pukul 17:00 WIB
Telahkah Kita Merdeka?
5 September 2012 pukul 12:00 WIB
James Frankel : Aku Menemukan Tuhan dalam Al-Qur'an
23 Agustus 2012 pukul 15:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Pernik

Ahad, 23 September 2012 pukul 14:00 WIB

Antara Mencicil HP dan Kambing Qurban

Penulis : Redaksi KSC

Arin tertegun merenungi, ternyata tahun 2007 telah berakhir. Masih terngiang di ingatan Arin ketika dirinya niat berqurban tahun lalu. Cita-cita yang tak lagi kesampaian seperti halnya tahun sebelumnya. Arin memandangi rekening tabungannya. Pemasukan dari penghasilannya lumayan sudah, tapi pengeluarannya juga tidak sedikit. Entah kenapa, semenjak pendapatannya mulai bertambah, kebutuhan hidupnya juga terus meningkat.

Arin ingat, dulu ketika bekerja dengan disambi kuliah, Arin masih sempat menyisihkan sebagian uangnya untuk berqurban. Padahal Arin tahu benar, hampir setiap hari Arin harus jungkir balik dari pagi hingga malam. Paginya, Arin mengerjakan pekerjaan freelance di daerah Depok. Siangnya, musti berlari ke kampus yang jaraknya lumayan jauh di Jakarta Pusat. Hampir setiap hari begitu. Jadi, tak jarang ketika uangnya habis untuk ongkos-ongkos, Arin meminjam uang dari ibunya yang hanya mengandalkan gaji pensiunan janda.

"Aneh," pikir Arin saat ini. Dulu, ketika kuliah dan kerja, Arin sanggup menyisihkan uang untuk qurban. Menabung tiap bulan dari Rp. 50.000,- sampai Rp. 100.000,-. Hingga pada bulan Dzulhijjah, Arin bisa membeli kambing, walau hanya mampu kelas B. Sekarang, begitu Arin tidak lagi berkuliah dan hanya bekerja. Jangankan untuk berqurban, Arin bingung dengan begitu banyaknya kebutuhan yang tiba-tiba.

Banyak sekali keinginan dan kebutuhan Arin yang tak terbendung. Sebagian sudah terlaksana, sebagian lain belum. Kalau dipikir, memang ada beberapa kebutuhan yang benar-benar penting. Tapi, tak jarang juga, itu hanya sekadar keinginan semata.

Hidup prihatin yang Arin jalani saat itu, mengajarkan Arin untuk mengatur uang sedemikian rupa dan menabung untuk bisa berqurban. Hidup berlebih di kemudian hari, sepertinya menenggelamkan Arin pada keinginan-keinginan yang belum tercapai sebelumnya.

Beberapa waktu lalu, Arin memiliki HP dengan nilai jutaan rupiah, mencicil dari sebuah pusat penjualan elektronik. HP sebelumnya telah rusak dan menurut Arin, itu adalah salah satu benda primer. Rencananya, setelah selesai mencicil HP, Arin akan mencicil motor. Menurut Arin, ini juga kebutuhan primer. Motor tersebut akan dipakai Arin untuk transportasi ke kantornya.

Tapi, kemudian Arin bingung. HP-nya kini telah di tangan. Iklan motor bebek ada di meja belajarnya. Harga kambing yang ditawarkan kemarin tidak mencapai Rp. 800.000,-. Tidak lebih dari harga HP Arin. Tapi, ketika melihat tabungan, Arin tak lagi mendapatkan angka yang dia inginkan.

Arin jadi ingat, dia sempat mendapat nasihat dari pengajarnya dulu di kampus. Dosen Arin itu bercerita kalau berqurban akan terasa berat jika langsung mengeluarkannya. Maka ia memberi solusi dengan cara menabung terlebih dahulu. Seperti halnya HP yang Arin cicil. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa mencicil HP saja bisa, sedangkan berqurban seekor kambing yang nilainya pahala, justru tidak bisa.

Dalam renungannya, Arin berpikir, "Seyogyanya, ketika sanggup untuk mencicil kebutuhan duniawi, kenapa malah justru sulit mencicil tabungan akhirat. Kalau segalanya dimulai dengan menabung terlebih dahulu, kita bisa mendisiplinkan diri untuk memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan."

Novi Khansa # Dimuat Ulang dari Arsip KSC # 11-01-2008

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fariz Aziz | Mahasiswa
Alhamdulillah KotaSantri.com masih ada. Udah 2 tahun nich gak browsing web ini.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1161 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels