|
Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Sabtu, 8 September 2012 pukul 10:15 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anak yang shalih, terdidik dengan baik. Namun, mendidik anak tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Sehingga, orangtua jangan bangga jika mempunyai banyak anak, atau merasa sebuah prestasi. Demikian pula bagi yang belum memiliki anak, janganlah minder. Karena, mempunyai anak pun berarti sebuah ujian. Kita memerlukan banyak ilmu tentang bagaimana mendidik anak yang baik.
Dan, salah satu kuncinya adalah komunikasi. Jika komunikasi dengan anak berlangsung baik, tentu akan membuat hubungan orangtua dan anak menjadi harmonis. Orangtua harus memposisikan diri sebagai sahabat, bukan seperti majikan yang menerapkan banyak aturan. Apalagi jika anak telah beranjak remaja, kadang cenderung lebih akrab dengan temannya daripada orangtua sendiri.
Berikut ini beberapa trik yang dapat membuat orangtua seperti sahabat bagi anak-anaknya, antara lain; Pertama, membangun komunikasi yang aman bagi anak. Jangan sampai anak menjadi horor melihat orangtuanya. Seperti kita, anak pun tidak enak, sedih jika dicela. Mereka adalah anak-anak yang belum tahu mana yang sesungguhnya harus ia lakukan. Mereka sangat membutuhkan bimbingan, pengarahan dari orangtuanya.
Kedua, ciptakan komunikasi membangun dengan anak. Artinya, ketika anak mendapat masalah, misalnya nilainya kurang bagus, jangan langsung dimarahi, anak bisa stres duluan. Sebaiknya, kita bisa menceritakan tentang kondisi kita dahulu yang nilainya juga pernah jelek, tapi kemudian bersungguh-sungguh belajar, hingga bisa juara kelas. Tentu, hal ini lebih positif dan memotivasi anak untuk berupaya memperbaiki diri. Kita juga jangan segan memuji prestasi anak, tentu dalam batas yang proporsional.
Ketiga, cobalah bangun komunikasi dua arah dengan anak. Orangtua harus berani meminta pendapat, nasehat dari anak. Untuk setiap masalah yang terjadi dalam keluarga, upayakan diselesaikan dengan musyawarah. Semua anggota keluarga, termasuk anak bebas mengeluarkan opininya. Sehingga, anak merasa memiliki peran dalam kehidupan dirumah. Ia akan merasa dihargai.
Menjadi sebuah hal yang penting bagi kita, setiap orangtua untuk membangun komunikasi harmonis dengan anak. Kadang kita bisa belajar dari anak, karena mereka masih mempunyai kebersihan hati. Mudah-mudahan kita senantiasa dimampukan untuk menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak kita. Aamiin.
Swadaya DPU
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.