|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|




Ahad, 23 Januari 2011 pukul 10:10 WIB
Penulis : Radoek
Arni duduk di depan meja komputernya lalu membuka email. Dilihatnya di inbox sebuah nama yang ditunggu-tunggu olehnya.
From: Wulan S.
To: arni@aaa.com
Sent: Wednesday, April 13, 2005 12:29 AM
Subject: Tabahlah sahabatku
Assalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah dan shalawat untuk junjungan kita Rasulullah SAW.
Kabarku baik, Ibrahim sudah mulai belajar jalan. Lucu deh... jalannya sempoyongan. Alhamdulillah kami bahagia di sini.
Arni sahabatku, dari jauh aku tetap berdo'a untuk kamu. Sayang aku tidak bisa mendampingi kamu di masa-masa sulit ini. Jarak tidak jadi masalah kan. Yang penting sejak awal kuliah dulu kamu tetap sahabatku. Insya Allah hingga hari akhir nanti. Amin...
Aku enggak bisa ngomong macem-macem untuk menghibur kamu. Tapi aku punya kaset nasyid Suara Hati, kelompok asal Malaysia, di Jkt juga sudah beredar albumnya. Aku dengerin ternyata kata-katanya sangat menyentuh, penuh dengan arti. Mungkin lirik ini bisa jadi pelipur sedihmu.
"Kasih Bersemi Lagi"
senilagu : Alifi Hj Alias
senikata : Suara Hati
Wahai sahabat, izinkan kuberbicara terus untukmu, buat kali kedua
Agar kau bisa terima hakikat cinta, yang berasaskan Cinta pada Illahi
Mengapa harus gelisah, bila dilanda masalah
Apa kau sudah lupa, betapa pahit derita, perjuangan Rasul dan Kekasih-Nya
Bila kau rasa derita, jangan kau lupa, derita itu mendidik nafsu dan jiwa
Bila kau rasa terkorban, pedih sengsara, yang terkorban itu mazmumah yang beraja
Hati yang bisa terseksa, akan menjadi teguh
Pahit di mata dunia, kerna manisnya syurga
Bila Allah yang membela, itulah penguat jiwa, hati tempat nilaian-Nya
Biar berguguran kasih dan sayang, kerana mengharap keredhaan Tuhan
Kuntuman cinta kan mekar mewangi, bila redha-Nya melimpahi bumi
Cinta kasih Allah itu penjamin segala, kebahagiaan dunia dan akhirat
Biar menderita, mendidik hati yang leka, kerana ada yang lebih utama
Moga pohon kasih bisa tumbuh mewangi disirami hujan keimanan
Dan disitulah kasih kan bersemi, kerana sering dibaja oleh penderitaan.
Aku sekadar mencari redhanya Tuhan
Harapnya dikau senantiasa bersama
Aku mengharap menagih cinta dari-Nya
Dari situlah kasih akan bersemi mekar mewangi
"Kerana-Nya Kita Bertemu"
senilagu : Suara Hati
seni kata : Alifi Hj Alias
Pertemuan antara dua insan, sering menumbuhkan kasih dan sayang
Ukhuwah antara kita, anugerah Yang Esa, menuju cinta yang abadi
Perncarian, erti kasih dan sayang, pastinya ada jiwa yang terkorban
Kerna dilanda dilema, di tengah persimpangan, Cintakan Allah atau manusia
Percintaan itu fitrah manusia, dipenuhi untuk mencari redho-Nya
Jika nafsu tak berpadu turuti hawa dan nafsu
Musnahlah bunga hiasan diri
Perpisahan ini, sekadar menguji kita, apakah kita tabah dengan ketentuan-Nya
Cinta hanya Yang Satu, pasti kita kan Bertemu
Kerana pertemuan dan perpisahan, milikn-Nya sentiasa
Percintaan itu fitrah manusia, dipenuhi untuk mencari redha Illahi
Jauhi cinta yang fana, bersalut kepuraan, Cinta Illahi itu yang abadi
Biar terpisah, jika itu kehendak-Nya
Mendidik nafsu, menundukkan mazmumah
Janganlah ada, walau secebis rasa, perasaaan ingin memiliki
Kerana itu hanyalah sifat-Nya, menjauh dari sifat kehambaan
Pertemuan dan perpisahan bukannya milik kita
Bertemu dan berpisah hanya kerana-Nya
Cinta Illahi itu yang abadi
Arni, sahabatku tersayang. Aku yakin kamu telah pahami ini semua. Aku pun yakin kamu pasti bisa melewati semua apa yang telah ditetapkan oleh Allah ini. Insya Allah aku akan ke Jakarta. Abang ada tugas dan aku ingin ikut untuk bertemu kamu. Alangkah senangnya kita bisa bertemu nanti. Jaga dirimu baik-baik. Salam untuk ayah dan ibumu.
Wassalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh
Kuala Lumpur 130405
Peluk dan cium dari sahabatmu, Wulan.
Ah, Wulan, kau memang sahabat terbaikku. Walaupun dia jauh di seberang sana, namun email ini dengan syair yang dikirimnya telah memupuk benih cinta itu lagi, cinta pada-Nya dan cinta karena-Nya.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Radoek sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.