|
Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
|




Selasa, 23 Maret 2010 pukul 18:55 WIB
Penulis : Radoek
Begitu banyak bahasan tentang cinta kepada Allah. Rasa cinta memang mutlak diperlukan untuk beribadah kepadaNya. Tapi, apakah cukup diri ini menghamba hanya dengan bermodalkan "cinta"?
Imam Ghazali berkata bahwa sesungguhnya raja' (rasa berharap) dan khauf (rasa takut) adalah dua sayap. Dengan keduanya, orang-orang yang mendekatkan diri pada Allah SWT terbang menuju kedudukan yang terpuji.
Rabiah Al-Adawiyah, sufi wanita, mengatakan bahwa ia beribadah hanya karena cinta, bukan karena takut pada neraka, atau karena mengharap surga. Ia beribadah semata hanya karena cinta kepada Allah SWT.
Tapi manusia bukanlah malaikat. Mungkin Allah memang memilih segelintir hambaNya bisa merasakan kesempurnaan cinta yang luar biasa. Tidak semua orang bisa mencapainya.
Manusia hanyalah manusia. Dengan sedikit khilaf yang tetap mengharap rahmatNya. Dengan setumpuk dosa yang memohon pengampunanNya. Dengan sedikit amal yang mendamba surgaNya.
Manusia hanyalah manusia. Dengan takut akan mendapat siksaNya. Dengan cemas dosa-dosanya takkan terampuni. Dengan kengerian yang amat sangat diceburkan ke dalam neraka.
Mahabbah (rasa cinta), khauf (rasa takut), raja' (rasa berharap) adalah satu kesatuan utuh yang perlu mengiringi setiap ibadah. Bahkan, bukan hanya itu. Masih ada dua syarat lain yang harus dipenuhi. Ibadah harus dilakukan dengan ikhlas. Ibadah harus dilakukan sesuai dengan syari'at yang diajarkan Rasulullah SAW.
Ternyata... Tak cukup bila hanya sekedar cinta.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Radoek sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.