|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Jum'at, 1 Maret 2013 pukul 12:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Pagi lagi, melihat bentangan asa di indahnya dunia. Gedung kaku berwarna kuning dan coklat mematung. Suara bising kendaraan roda dua dan empat meramaikan. Tukang sayur, tukang kue, ibu-ibu penjual nasi uduk berseliweran, berlomba menawarkan dagangannya. Menggeraklah kehidupan ini. Setiap jiwa sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.
“Tidak Kuciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah (beribadah) kepadaKu.” Demikian firmanNya tegas memberi petunjuk. Mematri di rendah dasar hati. Ketika Ia utus dua malaikat penjaga, yang mencatat semua tingkah polah. Tak akan ada satu katapun lolos darinya.
Beruntunglah setiap jiwa yang menjadikan semua urusannya adalah dalam rangka beribadah kepadaNya. Beruntunglah setiap hati yang meniatkan semua laku hanya untukNya. Beruntunglah setiap siapa saja yang tetap mengingatNya di tiap terpaan kehidupan, baik itu menyedihkan, terlebih menyenangkan. Karena kemudian sabar dan syukur akan meningkahinya.
Berkahlah hari ini, yang telah diawali dengan tilawah dan dzikir pagi.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.