|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Jum'at, 8 Februari 2013 pukul 12:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Menggumpal, dalam warna merah marun. Seruak rasa kembali hadir di sana, nyata. Seperti ada yang berhenti dalam detak hidup ini.
Pasrah. Dalam keputusan hati, tanpa emosi, tanpa perhitungan logika. Hanya keyakinan kini menjadi andalan, bahwa sesungguhnya Allah tergantung persangkaan hambaNya.
Ikhlas. Meletakkan sisi-sisi keinginan selera pribadi. Terkukuhkan kembali tentang niatan hati, azzam yang pernah tertanam di masa lalu untuk turut serta di barisan jalan para Rasul. Menjadi penyusun garis panjang perjuangan meski hanya setitik.
Seruak rasa yang mulai menjalar ke seluruh tubuh, mengucur deras dalam aliran darah, mendetakkan kembali kehidupan. Memompa gerak jiwa, menggejolak dalam sumber satu titik yang mampu terdeskripsikan jelas. Dan memang nyata meski dalam dimensi berbeda.
Hangat. Ada kehangatan menyelimuti setiap detail diri. Tenang seperti bayi dalam dekapan sang Bunda, nyaman.
Inikah yang dinamakan kepasrahan sebenarnya? Inikah yang dinamakan kekosongan keinginan dan terpenuhi dengan keyakinan janjiNya? Inikah ma’rifat itu?
Tanpa khawatir, tanpa beban. Bebas, lepas, dan benar-benar “la haula wala quwwata ila billahil ‘aliyyil ‘adzim”.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.