Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Siapa Sanggup Beri Aku Cinta?
20 Januari 2013 pukul 11:00 WIB
Memaknai Hakikat
18 Januari 2013 pukul 10:00 WIB
Menjadilah Indah
17 Januari 2013 pukul 11:00 WIB
Surga Buat Bapak
3 Januari 2013 pukul 12:00 WIB
Tentang Cahaya
28 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 31 Januari 2013 pukul 17:00 WIB

Damba CintaMu

Penulis : Rifatul Farida

Mengalun pelan ‘Damba CintaMu’ milik Raihan dari ruang dengar RGFM. Tertegun tak percaya ketika kesadaran itu muncul begitu saja. Ada sematan nyeri di hati merunut lirik bernada itu.

“Tuhanku ampunkanlah segala dosaku // Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMU // Ku sering melanggar laranganMU dalam sadar ataupun tidak // Ku sering meninggalkan seruanMu walau sadar aku milikMu.” Tertunduk malu merajai kalbu yang masih saja terjebak kemunafikan. Ketulusan memohon ampun menyeruak dari pendaman rasa.

“Bilakah diri ini kan kembali kepada fitrah semula // Pagi ku ingat petang ku alpa begitulah silih berganti.” Tertatih jiwaku membopong gundukan-gundukan dosa mendekat pada altar ampunanMu.

“Oh Tuhanku kau pimpinlah diri ini yang mendamba cintaMu // Aku lemah, aku jahil tanpa pimpinan dariMu.” Selembar asa terhulur menjuntai menutupi keangkuhan diri.

“Sering berjanji karenaMu sering jua ku memungkiri // Ku pernah menangis karenaMu kemudian tertawa semula // Bilakah diri ini kan kembali kepada fitrah sebenar.” Aku masih tergugu. Melihat lintasan-lintasan peristiwa pada tiap episode hidup yang telah terjalani.

“Tuhan diri ini tidak layak ke surgaMu // Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu.” Pengakuan terdalam membelah topeng diri.

Ku takut kepadaMu kuharap jua kepadaMu // Semoga ku kan selamat dunia akhirat seperti Rasul dan sahabat.” Butiran bening jatuh jua merintik dari sudut mata. Coba basahi jiwa gersang nan lara, menjambangi selembar asa menjuntai menyentuh pucuk-pucuk kegundahan segala rasa. Menghadirkan ruhiyah baru bernaluri lembut. Menata ulang tata letak segala niat dan orientasi hidup.

Semoga… selalu dalam golongan orang-orang yang selalu segera menyadari kesalahan. Semoga… selalu ada kesempatan tuk selalu perbaiki diri. Dan semoga… selalu mendamba cintaNya di tiap laku kehidupan.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lucasgoru | Karyawan Swasta
Allahu Akbar... Terus terang, KotaSantri.com lebih membuka mata hati saya tentang Islam.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1148 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels