Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://ashifku.kotasantri.com
Bergabung
12 Juni 2009 pukul 03:33 WIB
Domisili
Sleman - D.I. Yogyakarta
Pekerjaan
Mahasiswa
Ashif adalah mahasiswa Universitas Gadjah Mada, aktif di Forum Lingkar Pena DIY dan menjadi Kepala Sekolah Creative Writing Center Yogyakarta,
Tulisan Ashif Lainnya
Tamsil Palestina
29 November 2012 pukul 10:00 WIB
Perjalanan
16 November 2012 pukul 15:30 WIB
Pemuda di Rongga Hutan
28 Agustus 2012 pukul 14:00 WIB
Mencari Pahlawan Iptek Indonesia
30 Juni 2012 pukul 12:30 WIB
Dakwah Kampus Harus Kalah
22 Mei 2012 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 18 Desember 2012 pukul 10:30 WIB

Dzikir Para Pengelana

Penulis : Ashif Aminulloh Fathnan

Kupu-kupu bersayap gelap, hinggap di lentik daun kenanga. Kata hijau daun di situ, "Kita harus mensyukuri capaian-capaian kecil dalam hidup, untuk menekan hasrat yang tidak ada habisnya, sekaligus agar tidak merasa lelah."

Capung-capung di ujung sulur-sulur padi di sawah berhenti terbang sejenak, meneduhkan diri dari mentari siang yang terik. Mereka mengucap yang sama, "Syukuri yang kau punya, karena hidup sementara. Bekerja untuk keridhaan Allah, karena kau tak tahu hidup kapan batasnya."

Burung kenari mengukir langit dengan sayapnya, meliuk-liuk di batas angin lalu hinggap di ranting segar pohon willow. Sambil mematuk dahan ia berbisik, "Jangan bilang kau tak akan berhenti mengejar. Kau berlari dan kau berhenti. Tapi selalu jagalah mimpimu di tiap perhentian itu, karena kau tahu bukan? Perjalanan ini panjang!"

Tuan katak di danau Afrika tak kenal lelah berenang dan melompat. Namun di sudut batu tepi danau itu pula ia berhenti. Sambil menghirup nafas segar ia berkata, "Aku tahu, bukan air deras yang melunakkan batu itu, tapi air setitik yang terus menerus mengalir. Aku tahu, sudah banyak jalan kususuri selama hidupku, tapi bukan lompatan panjang yang kulakukan, hanya lompatan-lompatan kecil yang terus menerus kuusahakan."

Kau tahu, dunia ini ada gunung dan ada lembah, ada panas dan ada dingin. Dalam siklus itu, sudahlah jelas bahwa semua alam berdzikir, semua menyebut nama-Nya, semua berjalan dalam garis takdir-Nya. Dan kau perhatikan burung, capung, dan kupu-kupu. Rumput, pohon, dan batu-batu. Semua seperti diam bagimu, namun mereka hidup dalam keagungan tasbih. Hanya manusia yang sering lupa, hanya manusia yang alpa.

Mari istirahat sejenak dalam suasana dzikir.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ashif Aminulloh Fathnan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wuri Handayani | Mahasiswi
Tulisan teman-teman di KSC senantiasa selalu menjadi bahan inspirasi tarbiyah aku. Jazakillah khair.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.5181 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels