|
HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya.
"
|





Jum'at, 16 November 2012 pukul 15:30 WIB
Penulis : Ashif Aminulloh Fathnan
Alangkah cepatnya semenit dibanding dengan sejam, alangkah cepatnya sejam dibanding dengan sehari, sehari dibanding dengan seminggu, sebulan, setahun. Dan pada akhirnya, alangkah cepatnya perjalanan berhari-hari, minggu, dan bulan itu, dibanding dengan kehadiran usia kita.
Ke mana gerangan kita akan diantar oleh pergantian siang dan malam, bulan dan tahun itu?
Ada yang berkata, kita berjalan dan berjalan, lalu pada akhirnya punah. Kita tiada lagi. Tapi itu jawaban mereka yang tidak beragama.
Agama mengatakan bahwa kita berjalan menuju Tuhan.
"Wahai manusia! Kamu telah berusaha keras menuju tuhanmu, maka kamu pasti akan menemuinya.” (QS. Al-Insyiqa’ : 6).
"Sesungguhnya kami milik tuhan dan kami akan kembali pada-Nya."
Al-Qur'an mengingatkan bahwa pertemuan dengan tuhan, ada pertemuan yang mesra, ada juga yang tidak mesra. Siapa yang ingin pertemuan dengan tuhan adalah pertemuan mesra, maka hendaklah ia beramal shalih, tidak mempersekutukan-Nya.
Memang, perjalanan menuju tuhan dan menemui keharmonisan itu adalah perjalanan mendaki. Tetapi jika kita bertekad untuk naik dan mendaki, kita akan tiba. Memang, pada awal-awal perjalanan, kita akan mendengarkan sorak-sorai yang menakut-nakuti. Kita akan mendengar suara-suara yang merayu untuk menghentikan kita. Tetapi jika tekad kita kuatkan, insya Allah kita akan berhasil.
Jika tekad kita kuatkan dan perjalanan kita lanjutkan, kita akan menemukan, ada tempat-tempat peristirahatan dalam perjalanan itu. Ada telaga-telaga air untuk menghilangkan kehausan kita. Ada rambu-rambu jalan, yang menunjukkan kita mana jalan yang berbahaya. mana jalan yang aman dan damai.
Dan setelah perjalanan berlanjut sekian lama, kita akan menemukan kendaraan yang disiapkan tuhan untuk bertemu dengan-Nya dengan penuh mesra.
Perjalanan menuju itu tuhan jauh dan panjang. Karena itu, jangan bawa beban yang berat. Tanggalkan beban-beban yang berat itu. Tahukah apa yang dimaksud dengan beban berat? Ia adalah dosa-dosa. Dia akan memperlambat perjalanan dan bisa membuat kita terjerumus.
Dan oleh karenanya, titipkan barang-barang bawaan pada orang lain. Bersedekahlah, berbuat baiklah, karena dengan demikian barang kita akan ditemukan dengan selamat, dan dijamin kehadirannya pada saat kita bertemu dengan Allah SWT.
Semoga perjalanan kita menuju tuhan adalah perjalanan yang penuh kedamaian. Amin...
--Dari Ceramah Quraish Shihab--
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ashif Aminulloh Fathnan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.