HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Menaruh Harapan, Merendahkan Hati
12 Maret 2010 pukul 18:22 WIB
Ketika Ku Harus Pergi
4 Maret 2010 pukul 18:05 WIB
Seramah dan Selembut Hati
23 Februari 2010 pukul 18:16 WIB
Menenggang Perbedaan
2 Februari 2010 pukul 18:11 WIB
Berdo'a
15 Januari 2010 pukul 18:36 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 30 Maret 2010 pukul 18:51 WIB

CaraNya Begitu Indah

Penulis : Achmad Fachrie

CaraNya begitu indah, membuat hati terus tergugah dan merendah. Memang tidak setiap orang bisa dinasihati dengan kata-kata. Wajar bila banyak orang tersadar saat mendengar ceramah, namun lalai begitu sampai di rumah.

Nasihat memang salah satu jalan hidayah, tapi pengaruhnya kadang lemah, sebab hati kita sudah payah. Karena itu, Allah sering kali membuat kita berubah melalui musibah. Terkadang hanya dengan kemiskinan, orang-orang kaya menjadi sadar akan berharganya kekayaan. Terkadang hanya dengan kehilangan, bisa membuat kita tersadar akan berharganya yang pernah diberikan.

Tidak ada yang tidak bermakna dari keadaan yang tertimpa kepada kita. Semua memiliki maksud, semua menghadirkan pesan. Tersadar dalam menelusuri, bahwa tidak selalu meminta keadaan yang sama untuk memiliki kenikmatan, atau terlepas dari kesulitan.

Karena pasti, ada kala ketika terasa hidup kita tak berkembang, ada kala ketika terasa kesulitan yang menghadang tidak segera menghilang, ada kala ketika terjatuh terendah seolah tertinggalkan, maka pada saat itulah kita membutuhkan cahaya yang menenangkan. Mungkin kita sudah melangkah terlalu jauh, jauh dari cahayaNya.

Ya, cahaya baru terlihat bermakna ketika disandingkan dengan gelap. Gelap yang mewujud rasa terkungkung meresahkan jiwa. Maka pada saat itulah kebutuhan akan cahaya begitu besar membuncah rasa.

Begitu banyak kejadian, baru menunjukkan arti ketika keadaan membawa kita titik tolak kebalikan. Karena ada kalanya peristiwa yang berlawanan hanyalah caraNya membuat kita menemukan kearifan yang tak tertangkap, tak terdengar, tak terserap jiwa.

Wallahu a'lam bishshawab.

Referensi : Al-Hikam, Ibnu ‘Athaillah

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Azman Ridho Zain | Santri
Salut dengan keberadaan website ini. Semoga bisa lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama santri dan komunitas pesantren se-Indonesia.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1266 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels