HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Ketika Ku Harus Pergi
4 Maret 2010 pukul 18:05 WIB
Seramah dan Selembut Hati
23 Februari 2010 pukul 18:16 WIB
Menenggang Perbedaan
2 Februari 2010 pukul 18:11 WIB
Berdo'a
15 Januari 2010 pukul 18:36 WIB
Perpisahan yang Tak Terganti
29 Desember 2009 pukul 18:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 12 Maret 2010 pukul 18:22 WIB

Menaruh Harapan, Merendahkan Hati

Penulis : Achmad Fachrie

Hati ini hidup penuh dengan mimpi dan harap. Mimpi dan harap untuk mendapatkan yang terbaik. Harap itu bisa berupa keadaan, mimpi, atau mungkin dengan orang yang kita temui. Tapi terkadang seiring perjalanan, antara harap dan kenyataan seperti langit dan bumi. Seolah, "Kok yang ada di hadapan saya begitu." Apalagi jika berkaitan dengan orang, "Kenapa dia nggak begini sih." Semakin kita merasa mengenal orang, maka semakin besar dan banyak pula rasa tuntutan yang hadir terhadap orang tersebut.

Seiring perjalanan, ada mimpi-mimpi yang berhasil diraih, tapi ada juga mimpi yang tetap menjadi mimpi. Dalam pengharapan, kita disarankan untuk menggantungkannya setinggi langit. Ya, agar harap itu menjadi alasan kita bergerak, agar harap itu menjadi layaknya cahaya yang menerangi jalan kita, agar harap itu memberi kita sayap untuk terbang yang mengantarkan menuju mimpi itu.

Tapi dalam berharap sesuatu, kita berharap terlalu tinggi, sehingga menyulitkan tangan dari hati ini menggapainya. Dan karena terlalu tinggi, sekalinya terjatuh terasa sakit, sulit untuk menerima. Menyalahkan yang terjadi. Lalu apa yang salah? Jika memang demikian, kata orang bijak, tingginya harapan bukannya tidak boleh, tapi terkadang tidak diimbangi jiwa yang luas untuk menerima jika pada akhirnya tidak dapat teraih. Dan ketika dihadapkan pada kenyataan yang sesungguhnya, sempitnya pemahaman menyebabkan sikap dan perilaku yang sempit pula. Emosi dengan segera dihadirkan, hati lalu merasa resah, padahal bukan itu yang sesungguhnya terjadi. Ya, ketika dihadapkan bahwa yang ada di depan kita bukan seperti yang ada di dalam mimpi, secepat itu pula hati terucap rasa mengeluh.

Sebagus apapun kayu, pasti akan terbakar jika dihadapkan dengan api. Sebaik apapun yang ada di hadapan kita, tapi jika kita lebih melihat perbedaan dan meninggikan harapan kita, maka semuanya akan terlihat kurang di hadapan kita.

Ketidakmampuan memahami dalam setiap yang terjadi, membuat semua yang terjadi terlihat selalu kurang di mata kita. Padahal jika kita mau bersabar dengan seksama melihat yang terjadi, kita bisa melihat tersingkapnya hikmah di balik yang terjadi yang membuat kita tersenyum. Bukan dengan menghabiskan rasa kecewa dan melahirkan rasa resah dalam hati.

Ya, di balik setiap harapan yang ingin kita raih, perlulah untuk mempersiapkan jiwa ini dalam kerendahan hati. Agar ketika mimpi yang kita harap tidak kunjung datang, tidak membuat hati ini terbakar rasa kecewa. Agar ketika kenyataan yang telah terjadi bukan untuk dihindari dengan berlari menutup yang sebenarnya terjadi, tapi belajar untuk menerima di sisi. Ya, agar kita bisa melihat bahwa hidup ini begitu indah untuk dilewatkan hanya dengan bermimpi. Bukankah Allah SWT berfirman, bahwa Dia akan menambah nikmatNya jika kamu mensyukuri nikmat yang sudah terberi.

Wallahu a’lam bishshawab.

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

oblongsantri | desainer dan konveksi
Banyak referensi yang bisa didapat, untuk perkembangan ide dan kreasi di oblong santri. Keren.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1285 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels