QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Meluruhkan Kelopak Angkuh
9 November 2009 pukul 17:15 WIB
Membagi Resah
29 Oktober 2009 pukul 18:30 WIB
Di Atas Jiwa Hebat
23 Oktober 2009 pukul 18:11 WIB
Kutulis dengan Cinta
19 Oktober 2009 pukul 17:39 WIB
Saat Aku dan Kau, Memukau
8 Oktober 2009 pukul 17:19 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 13 November 2009 pukul 17:15 WIB

Terlampau Hebat dari Raganya

Penulis : Rifatul Farida

Di titik ini, kembali kaki berpijak. Menyayikan suara jiwa dalam ritme sederhana. Di awal yang sama, namun dengan fikrah berbeda. Ya, di sinilah mula itu, tertemui kembali. Sebagai sebuah hal yang tak pernah terlintas sedetik pun sebelumnya di benak. Dan "kun fayakun", semuanya telah terjadi tanpa ada takdir yang cacat di ciptaNya.

Memulainya kembali. Ada tapak seribu yang telah disiapkan. Namun hanya butuh satu tapak mengawali. Satu tapak saja sebagai penentu arah, agar kiranya diikuti oleh tapak berikutnya dan berikutnya. Hingga nampaklah jejak panjang dari sebuah pilihan hidup.

Ah, pada kenyataannya begitu sulit digerakkan. Tapak langkah awal tak jua tercipta. Sementara otak kanan tak mau berhenti merencana masa depan. Membawa jiwa melaju, menembus hal kompleks yang belum mampu diselesaikan. Raga pun tertinggal jauh, dan semakin jauh. Bingung. Mau dibagaimanakan raga ini jika jiwa pun pergi meninggalkan?

Dan saatnyakah pasrah? Karena tak ada ikhtiar berarti dari sebatang raga kosong. Hanya menunggu takdirNya kembali. Berharap esok akan segera datang dan menggerakkan tapak kaki awal. Untuk kemudian mengfungsikan tapak seribu berikutnya. Mengejar angan, dan menempatkan sang jiwa kembali agar beriringan dengan raga, menuju pada setiap kebaikkan.

Kini, menyadarinya bahwa ada konsep yang salah. Tentang fungsi tawazun (keseimbangan) yang ada pada diri. Karena tawazun yang benar, tak kan pernah mengukir cerita tentang jiwa yang terlampau hebat dari raganya. Karena kolaborasi yang baik, akan dihasilkan dari hal yang sama nilainya, meski dalam bentuk yang berbeda.

"Duhai Allah, patrikan selalu kesadaran di hati, bahwa menata ruhiyah adalah pekerjaan sepanjang waktu."

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Anna | Staff UPT Laboratorium
Subhanallah... KotaSantri.com isinya bagus, menarik, dan yang pasti banyak artikel-artikel yang menambah ilmu dan pengalaman.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1230 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels