Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
T'lah Mengukir Sepi
28 September 2009 pukul 17:20 WIB
Di Suatu Sore
23 September 2009 pukul 19:00 WIB
Tanggung Jawab Ukhuwah
19 September 2009 pukul 15:00 WIB
Karena Saya Tak Bisa Menjadi Indah Hari Ini
17 September 2009 pukul 17:15 WIB
Sebaik-Baik Keadaan
15 September 2009 pukul 17:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 8 Oktober 2009 pukul 17:19 WIB

Saat Aku dan Kau, Memukau

Penulis : Rifatul Farida

Selamat datang di bumi Allah. Di sini ada cita-cita, ada rahasia, ada pesona, ada gerak dan daur tak putus. Di laut sana angin tengah menggulung ombak. Di gunung ia menggerak gemerisik reranting. Alam semesta tengah berbuat hal besar, menggumamkan tasbih. Ada desing, ada keriap, ada cericit, ada gemericik, ada aungan dan desau mengagungkan ciptaanNya.

Selamat menyaksikan kelahiran dan kematian. Tanah yang terinjak, pohon tempat bersandar, dinding-dinding kota, dan manusia menjadi saksi siapa di antara kita yang terbaik amalnya. Lalu kau? Adakah sejarah hidupmu hanya akan tertulis tiga baris : nama fulan, lahir tahun sekian, wafat tahun sekian. Padahal, buku sejarah dunia, juga sejarah akhiratmu, menyediakan tambahan halaman untuk kerja-kerja besar dan amal shalihmu. Ingat, sejarah tak lebih dari kumpulan biografi orang-orang besar. Kaukah?

Selamat datang dalam risalah sederhana. Aku ingin mulai mengajakmu, terutama sih diriku sendiri, memulai hidup untuk berbuat hal besar. Tidak muluk-muluk. Ya, cita kita memang merubah dunia. Tetapi urutan kerjanya tentu dari diri kita sendiri, keluarga kita, masyarakat, negara, dan baru kemudian dunia.

Mulai dari diri ini pun, kita harus memulai dari sesuatu yang kukuh. Pondasi. Dan, perjalanan kenabian telah memberikan cahaya pelajaran tentang dari mana memulai.

Referensi : “Gue Never Die” Salim A. Fillah

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wuri Handayani | Mahasiswi
Tulisan teman-teman di KSC senantiasa selalu menjadi bahan inspirasi tarbiyah aku. Jazakillah khair.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1119 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels