Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Kutulis dengan Cinta
19 Oktober 2009 pukul 17:39 WIB
Saat Aku dan Kau, Memukau
8 Oktober 2009 pukul 17:19 WIB
T'lah Mengukir Sepi
28 September 2009 pukul 17:20 WIB
Di Suatu Sore
23 September 2009 pukul 19:00 WIB
Tanggung Jawab Ukhuwah
19 September 2009 pukul 15:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 23 Oktober 2009 pukul 18:11 WIB

Di Atas Jiwa Hebat

Penulis : Rifatul Farida

Bukan retorika, karena ada saatnya keyakinan itu teruji. Allah SWT selalu mempunyai caranya sendiri, mencipta skenario yang tak begitu saja mudah dipahami. Dan benar adanya, betapa tak mudah ternyata menerima firmanNya, "Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tak baik bagimu," meski telah dipadupadankan dengan, "Allah tahu kebutuhan kita, bukan sekedar keinginan kita," ketika terbentur dengan segala urusan yang justru terasa sesak menyulitkan.

Hidup adalah berbilah pilihan. Barangkali setiap kita pernah memilih hal yang kurang begitu tepat, atau pilihan tepat tapi ternyata bukan pada saat yang tepat. Atau keadaan yang justru membuat kita memilih. Ya, karena ada kalanya keadaan mengkarbit kita untuk lebih cepat bergerak, cepat memilih dari jatah waktu yang seharusnya masih bisa kita ulur.

Ah... Apa pun toh itu alasan memilih. Pilihan telah ditetapkan, suka atau tidak suka. Lalu, konsentrasilah sekarang pada apa yang telah kita pilih. Pun jika ingin menengok ke belakang, lakukanlah untuk membuat beberapa catatan sebagai bahan evaluasi, bukan melirik pada pilihan lain dan menyesali apa yang telah menjadi pilihan hari ini.

Dan, hadapi kenyataan dari hasil pilihan itu, meski harus berdarah-darah sekalipun, karena lari dari kenyataan bukan saja cerminan jiwa pecundang, tapi juga pengecut memalukan yang masih bernama manusia.

Ya, hadapi kenyataan yang ada, pada bumi tempat kita berpijak kini. Dengan ketaqwaan ini, dengan rasa baik ini, dengan keyakinan tentang sebuah janji pasti, "Kuntum khairu ummah." Sepenuh kesadaran dalam rukuk dan sujud di atas jiwa hebat yang telah Allah ciptakan dari barisan kokohnya keimanan.

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. 29 : 2).

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

fadhil | Mahasiswa
2 kata untuk situs ini, LUAR BIASA!!! Berharap bisa terus memberi manfaat pada para pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1392 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels