Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://badri.kotasantri.com
Bergabung
24 April 2009 pukul 22:54 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Ustaz
Saya adalah makhluk Allah yang terlalu banyak dosa dan kesalahan.
syahlaniahmad@yahoo.co.id
syahlaniahmad@yahoo.co.id
syahlaniahmad@yahoo.co.id
Tulisan Moch.Badri Lainnya
From Heaven to Heaven
12 April 2011 pukul 13:35 WIB
Al-Aqidatul Haqq
21 Oktober 2009 pukul 18:11 WIB
Basic Instinc
26 September 2009 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 14 Juli 2009 pukul 18:00 WIB

Life After Life

Penulis : Moch.Badri Tamam

Dunia, seperti halnya makhluk Allah yang lain, tak ada yang abadi. Dunia layaknya sebuah komidi putar, hanya sebuah permainan belaka, bila kita tidak menginvestasikan dunia tersebut ke jalan Allah. Para pencari dunia yang tidak mengetahui bahwa dunia adalah sebuah permainan belaka, akan terus bermain dan bermain, bahkan bisa berbalik, mereka sendiri yang akan dipermainkan oleh dunia, menjadi budak bagi dunia, hingga pada akhirnya, mereka menjadi "tumbal" bagi dunia.

Kita sadar, kita hidup di dunia, dunia yang fana, tapi kadang kita tidak sadar, bahwa dunia itu fana, tak abadi. Kalau sudah begitu, kita mungkin bertanya-tanya, akan ke mana kita setelah dunia ini berakhir? Apakah berakhir begitu saja? Tubuh terbalut kain kaffan? That's it? Jawabannya, "Tidak!" Ada kehidupan lain setalah dunia ini berakhir, kehidupan yang hakiki, abadi, dan tak pernah ada akhirnya, yaitu akhirat.

Akhirat adalah tempat di mana semua manusia, jin, akan dimintai pertanggungjawabannya, apa yang telah diperbuatnya waktu hidup di dunia, baik buruknya amal kita. Di sanalah kita akan sadar, betapa dunia yang pernah kita tinggali adalah fana. Pun para pencarinya. Kita akan menyadari bahwa dunia itu hanyalah permainan belaka. Contoh kecil saja, ketika kita lapar, kita akan makan, kemudian kotorannya kita buang, kemudian kita lapar lagi, terus begitu dan begitu sampai ajal kita tiba.

Kemudian pertanyaan yang muncul adalah, "Adakah dunia yang abadi?" Jawabannya, "Ada!" Dunia yang abadi adalah dunia yang di dalamnya mengandung nilai-nilai ibadah, dunia yang diprioritaskan hanya hanya kepada jalan Allah. Kalaupun kita lapar, kemudian kita makan, tapi di dalamnya terkandung nilai-nilai ibadah, seperti untuk meningkatkan tensi ibadah kita, maka insya Allah dunia seperti itu yang akan abadi.

Dan pada akhirnya, kita dihadapkan pada dua pilihan, dunia mana yang akan kita pilih? Apakah dunia yang "hanya" jadi permainan saja? Atau dunia abadi yang di dalamnya tersimpan nilai-nilai ibadah?

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Moch.Badri Tamam sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nurudin | Swasta
Sekilas KSC memiliki apa yang dimiliki facebook yang membuat banyak orang 'kecanduan'. Tapi bila dicermati, facebook tidak memiliki apa yang dimiliki KSC. Maaf facebook, tak lama lagi aku akan meninggalkanmu, aku mendapatkan apa yang tak aku dapatkan darimu.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3916 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels