|
Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
|
|
syahlaniahmad@yahoo.co.id |
|
syahlaniahmad@yahoo.co.id |
|
syahlaniahmad@yahoo.co.id |
Rabu, 21 Oktober 2009 pukul 18:11 WIB
Penulis : Moch.Badri Tamam
Sebagai manusia yang beriman, kita dituntut untuk selalu berfikir dan memikirkan ciptaan serta ayat-ayatNya, sehingga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari alam yang di ciptakanNya. Tetapi walaupun begitu, kita tidak boleh melebihi batas kemampuan kita sendiri, pemikiran kita dibatasi oleh iman, imanlah yang membatasi kita agar tidak seperti hewan, imanlah yang membatasi kita agar tidak bertanya tentang Tuhan secara substansial ataupun esensial, bukan dilarang, tapi terkadang pertanyaan-pertanyaan seputar substansi Allah akan menyeret kita kepada kemurtadan (na'uzubillah), karena substansi Allah itu gha'ib (abstrak) dan tidak dapat ditempuh oleh pemikiran manusia, sejenius apa pun pemikirannya.
Kita hanya wajib mengimani, mempercayai, dan meyakini bahwa Allah itu ada. Dia yang Esa tidak beranak dan tidak diperanakan, Dia berkuasa atas segala sesuatu sebagaimana tercantum dalam QS. 112 : 4, "Katakanlah : Dia-lah Allah, Yang Mahaesa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
Surah tersebut menjelaskan salah satu ajaran Islam dimana Islam mengajarkan kepada kita agar jangan sekali-kali menyekutukan Allah, sekaligus bukti bahwa tak ada yang dapat menandingi kekuasaan Allah di alam raya ini. Jangankan menandingiNya, menandingi ciptaanNya saja manusia tidak akan mampu. Sebagai contoh, apakah manusia bisa menciptakan manusia? Jawabnya Tidak! Manusia hanya bisa menciptakan robot atau boneka yang mirip manusia. Manusia hanya prosessor, hanya bisa memproses, tapi tidak bisa menentukan. Manusia hanya user, bukan provider. Manusia hanya sebagian kecil dari sebuah sistem yang diciptakanNya, hanya milik Dialah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi beserta isinya.
Maka kita patut bersyukur telah dikaruniai iman, sehingga kita tidak melampaui batas yang dapat membelokkan aqidah kita atau bahkan menghancurkannya. Sudah sepantasnyalah kita harus beribadah menyembahNya, memujaNya sebagai Tuhan yang tiada tuhan selain Dia, Allah Yang Mahaesa.
Wallahu a'lam.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Moch.Badri Tamam sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.