|
QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Kamis, 17 November 2011 pukul 13:50 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Secara historis, sungguh muslimah memberikan kontribusi yang sangat mutlak bagi peradaban dunia. Dari rahim seorang perempuanlah terlahir manusia-manusia berpikiran maju dan visioner. Fitrahnya, perempuan sangat mempunyai peran sentral dalam embrio peradaban manusia. Sehingga, pantaslah dalam Islam keberadaan dan kedudukan perempuan sangat dimuliakan dan dihormati.
Dalam sejarah keislaman, Maryam melahirkan Nabi Isa AS yang disucikan umat Kristen. Siti Khadijah, sosok pendamping dan motivator Nabi Muhammad SAW yang menjadi pembaharu sejati. Sayyidah Fatimah Azzahra, seorang pelayan Bapaknya yang ikhlas. Aisyah, penjaga dan penerus hadits. Aisiyah menjadi jalan penghancur tirani yang kufur, Firaun. Dalam konteks ke-Indonesiaan, kita pun mengenal R.A. Kartini dan Dewi Sartika sebagai pemberdaya pendidikan perempuan. Juga Cut Nyak Dien, pejuang pemberani.
Dalam perkembangannya, kedudukan perempuan ini mengalami pembiasan, bahkan sebagian mengalami penurunan peran sampai ke tingkat pengeksploitasian. Karena secara dzatnya, perempuan memang memiliki daya tarik, maka tidak jarang menjadi ajang komersialisasi. Kita mengenal perdagangan dan kekerasan terhadap perempuan. Perempuan bergeser dari subjek menjadi obyek. Kesan ini terus berevolusi dan menyebar, sehingga peran perempuan dalam dunia produktivitas prosentasenya sangat kecil.
Namun, di sisi lain, ada berita gembira dalam dekade terakhir ini, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan sistem pemerintahan yang mengeluarkan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan, muncul Kartini-Kartini baru. Jumlah utusan perempuan di parlemen meningkat. Tidak sedikit perempuan memegang pemerintahan. Muncul pengusaha-pengusaha perempuan bertaraf nasional dan internasional
Dari Majalah Swadaya
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.