Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Es Buah Apa Adanya
30 Oktober 2011 pukul 17:00 WIB
Agar Rumah Bersuasana Islami
15 Oktober 2011 pukul 11:00 WIB
Cerdas Mensyukuri Nikmat
11 Oktober 2011 pukul 15:25 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 8 November 2011 pukul 12:30 WIB

Ketajaman Lidah

Penulis : Redaksi KSC

Syahdan, seorang Raja memerintahkan Koki Istana membuat masakan Terenak di dunia. Tak Berapa lama, sang koki datang menghadap mempersembahkan apa yang raja minta, sup lidah sapi. Kemudian Raja mencicipi dan wajahnya merah cerah menandakan betapa suka citanya menikmati persembahan tiada tara.

Esok harinya, Raja memerintahkan sang Koki kembali untuk membuat masakan tak Enak sedunia. Tak berapa lama, sang koki datang dan mempersembahkan apa yang diminta raja. Raja mencicipinya dan serta merta wajahnya merah padam menandakan betapa memualkannya masakan ini.

"Hah, lidah sapi juga!" Raja merasa kaget, lalu memanggil dan bertanya pada sang koki apa maksud dari semua ini.

"Wahai tuanku, Raja yang arif dan bijaksana. Lidah adalah masakan yang paling enak sedunia. Tentu tuanku tahu, dengan lidah berbagai kebaikan yang indah dapat terlukiskan. Kebaikan dan ketentraman dapat lahir melaluinya. Kekuatan dan kedamaian dapat terwujud melalui ketajamannya. Semua akan terasa nikmat dengan lidah." demikian awal penjelasannya.

"Duhai tuanku, anda pun tentu tahu, lidah awal dari kepahitan dan bencana. Kebaikan dan ketulusan dapat diputarbalikkan dengan kemahiran lidah. Penjara dan siksa menjadi balasan atas kemuliaan diri dan keutamaan amal. Dendam dan perseteruan pecah karena kelihaiannya. Apakah lagi yang paling tidak lezat selain lidah?"

Sang Raja tertegun, tanpa terasa meleleh butiran air mata bening dari kelopak mata. Lidah dan kata yang dilahirkannya bak pedang bermata dua. Ia adalah sarana menuju kemuliaan sekaligus mesin penghancur segala tatanan kebaikan. Tinggal bagaimana sang koki (pemilik) lidah meraciknya, apakah mau meraciknya menjadi masakan yang terenak sedunia atau sebaliknya.

Diambil dari sebuah millis dengan tidak mengurangi maknanya.

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Anna Fathimah Zakaria | Staf Pengajar
Baru saya sadari, ternyata KotaSantri.com tidak saja memperluas silaturrahim saya dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (dan mungkin juga luar Indonesia, insya Allah), tapi juga mendidik saya untuk berperilaku lebih baik dan lebih Islami lagi serta mengajarkan saya banyak pengetahuan. Subhanallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1469 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels