HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://nuraulia.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Jurnalis
Tulisan Aris Lainnya
Kebenaran Dilematis
25 Juli 2011 pukul 13:30 WIB
Tajassus
4 Mei 2011 pukul 11:22 WIB
Coretan Kesederhanaan
21 April 2011 pukul 12:00 WIB
Oh, Sang Guru
18 April 2011 pukul 22:00 WIB
Membendung Liberalisasi
19 Maret 2011 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 4 Agustus 2011 pukul 14:00 WIB

Derita Perempuan di Tengah Krisis

Penulis : Aris Solikhah

Seiring krisis ekonomi itu terjadi inflasi atau kenaikan harga, daya beli masyarakat kian rendah. Ditambah pula, masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya karena ketiadaan pemasukan uang akibat PHK. Mau wirausaha disektor riil susah. Sudahlah semua harga bahan baku naik, modal sulit, belum tentu ada pembeli pula.

Girls, di setiap krisis menerpa, perempuan yang paling berat penderitaannya. Bila suami tak mampu memberikan nafkah, ini akan mengganggu keharmonisan keluarga. Belum lagi rawan sebagai sasaran kekerasan rumah tangga, perceraian, dan gangguan psikologis, akibat tekanan ekonomi berat.

Percaya nggak percaya, krisis ekonomi bikin orang stress berat. Saat ini saja, diperkirakan 1 juta orang tiap tahun mati bunuh diri. Menurut WHO, bunuh diri penyebab kematian nomor tiga pada kelompok usia produktif, yakni 15-35 tahun. Akhir-akhir ini, gelombang krisis ini juga menyebabkan bunuh diri beruntun di Korea dan Jepang. Di Jakarta terjadi kasus bunuh diri 2 orang per 100 ribu penduduk. Kejadian bunuh diri tertinggi di Indonesia terjadi di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta, mencapai 9 kasus per 100 ribu penduduk. Daerah itu memang ekonominya paling sulit. Dilaporkan laki-laki memang melakukan bunuh diri empat kali lebih banyak dari perempuan, namun perempuan melakukan percobaan bunuh diri (attemp suicide) empat kali lebih banyak dari laki laki.

Lalu apa sih penyebab krisis ini?

Girls, penyebab krisis ini sistemik, yakni diterapkannya sistem kapitalisme yang menjadikan riba atau bunga sebagai penggerak ekonomi (market driven) dan sektor non riil atau pasar saham sebagai tumpuan. Krisis ekonomi global diekspor Amerika ke seluruh dunia. Ini berawal dari kredit macet rumah dan properti di Amerika. Kemacetan likuiditas ini menyebabkan ketidakpercayaan dan kepanikan bursa saham atau transaksi di sektor non riil. Para spekulan atau pemain saham yang mulanya menjual saham tinggi, secara tiba-tiba, dan berebutan menjual saham properti, sehingga menyebabkan anjloknya harga saham kredit rumah. Karena tak ingin merugi, mereka memindahkan investasi ke komoditi lain seperti pangan dan minyak. Walhasil, kita bisa melihat di tengah tahun ini harga komiditi pangan dan minyak mendadak melambung tinggi. Dunia mengalami krisis pangan dan energi.

Girls, pada titik penawaran harga saham pangan minyak dunia tertinggi, transaksi di bursa kedua saham tersebut mencapai klimaks atau terjadi buble economy global (balon ekonomi global). Balon ini meletus mengakibatkan semua saham barang dan jasa anjlok.

Ditambah lagi, dollar Amerika Serikat menularkan inflasi ke seluruh mata uang negara dunia. Inflasi ini menaikkan harga barang jasa dunia dan menurunkan daya beli masyarakat dunia. Industri yang bahan baku impor sulit memproduksi. Sisi lain, pengusaha yang menggantungkan penghasilan dari ekspor luar negeri musti gigit jari, karena banyak negara membatalkan transaksinya.

So girls, apa yang musti kita lakuin? Secara individual, kita hendaknya meningkatkan keimanan, kesabaran, dan keikhlasan. Sebagai anggota masyarakat, mari kita bersama kawan-kawan perempuan lain aktif melakukan dakwah mempromosikan ekonomi syariah sebagai alternatif.

Harapannya dari langkah kecil ini terbentuk kesadaran sosial pentingnya ekonomi syariah diadopsi pemerintah sebagai solusi. Dari kesadaran ini semoga membawa perubahan dan mengeluarkan masyarakat dari krisis. Jika masyarakat makmur sejahtera, begitu juga kondisi perempuan. Amin.

Suka
cinta sejati menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ridwan | Mahasiswa
Mari kita jalin silaturahmi dan ukhuwah di KSC ini. Mudah-mudahan kita semua dapat tambahan ilmu dan manfaat. Aamiin.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1054 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels