HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://nuraulia.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Jurnalis
Tulisan Aris Lainnya
Coretan Kesederhanaan
21 April 2011 pukul 12:00 WIB
Oh, Sang Guru
18 April 2011 pukul 22:00 WIB
Membendung Liberalisasi
19 Maret 2011 pukul 12:00 WIB
Mengikat Kata dan Amal
4 Maret 2011 pukul 13:31 WIB
Menatap Wajah
2 Maret 2011 pukul 17:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 4 Mei 2011 pukul 11:22 WIB

Tajassus

Penulis : Aris Solikhah

Tajassus adalah aktivitas memata-matai orang lain. Orang yang melakukan tajassus atau spionase ini disebut jaasus (mata-mata). Pegawai intelijen, biro rahasia, dan semacamnya yang bertugas mencuri informasi untuk mencari kesalahan pihak lain atau mengetahui strategi negara lawan termasuk dalam kategori jaasus.

Tersebut dalam Sirah Ibnu Hisyam, Nabi Muhammad SAW pernah mengutus Abdullah bin Jahsiy bersama delapan orang dari kalangan Muhajirin. Kemudian, Rasulullah SAW memberikan surat kepada Abdullah bin Jahsiy, dan beliau menyuruhnya agar tidak melihat isinya. Ia boleh membuka surat itu setelah berjalan kira-kira dua hari lamanya.

Selanjutnya mereka bergegas pergi. Setelah dua hari, Abdullah bin Jahsiy membuka surat dan membaca isinya yang bunyinya, ''Jika engkau telah melihat suratku ini, berjalanlah terus hingga sampai kebun kurma antara Makkah dan Thaif, maka intailah orang-orang Quraisy, dan kabarkanlah kepada kami berita tentang mereka (orang Quraisy).''

Rasulullah SAW memperbolehkan bahkan mewajibkan aktivitas tajassus kepada kaum Quraisy, Romawi, Persia, dan Yahudi yang mereka memusuhi serta menghalang-halangi aktivitas dakwah Islam. Sebaliknya, Rasulullah SAW memerintahkan membunuh mata-mata negara asing yang ketahuan mencari informasi mengenai keadaan dalam negeri Islam dan menjadikan informasi itu sebagai strategi untuk menyerang Muslimin.

Dalam kisah lain diungkapkan, Rasulullah SAW pernah memerintahkan untuk membunuh seorang mata-mata dari kafir Quraisy yang kedapatan mencari-cari informasi di lingkaran Rasulullah SAW. Salamah bin Al-Akwa, sahabat Rasul SAW bercerita, seorang mata-mata dari orang-orang musyrik mendatangi Rasulullah SAW, sedangkan orang itu sedang safar. Lalu, orang itu duduk bersama para sahabat dan ikut berbincang-bincang. Kemudian orang itu pergi. Nabi SAW berkata, ''Cari dan bunuhlah dia!'' Lalu, Salamah bin Akwa' berhasil mendapatkannya lebih dahulu dari para sahabat lain dan membunuhnya. Rasulullah SAW bersabda, ''Janganlah kalian saling memata-matai, janganlah kalian saling menyelidiki, janganlah kalian berlebih-lebihan, janganlah kalian saling membuat kerusakan.'' (HR Ibnu Majah). Hadits ini menyeru sesama Muslim untuk tidak saling memata-matai.

Menyadap pembicaraan, mencuri dengar, dan mencari-cari kesalahan itu termasuk aktivitas memata-matai. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa orang yang menyadap pembicaraan Muslim lain dan mendengarkan apa yang mereka tidak akan suka bila tahu ia telah mendengarnya, di hari kiamat kedua telinganya akan dituangi cairan tembaga. Allah SWT menegaskan dalam Surat Al-Hujurat [49] ayat 12, ''Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus).''

Tak layak seorang mukmin mencurigai mukmin lain. Kecurigaan tanpa bukti nyata bisa terkategori perdurhakaan terhadap amanah kaum Muslimin. Hadits riwayat Abu Dawud dan Abu Umamah menyatakan bahwa sungguh, seorang amir (pemimpin) akan mendurhakai rakyatnya, bila ia memburu kecurigaan pada mereka.

Dari berbagai sumber.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Saeful Arif | Dagang
Saya senang membaca di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1349 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels