|
Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
|
|
|
http://kotasantri.com |





Kamis, 28 April 2011 pukul 12:05 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Banyak muslimah yang memiliki keinginan untuk menikah dan beberapa kali mengajukan ikhwan (laki-laki) kepada orangtua. Masalahnya, banyak orangtua yang selalu menolak dengan alasan tidak cocok, mulai dari tanggal lahir dan sebab-sebab lainnya. Menyikapi hal tersebut, apa yang harus dilakukan muslimah?
Jika berniat menikah dan masih ada hambatan untuk mewujudkannya, maka yang pertama harus dilakukan adalah shaum/puasa untuk menahan gejolak syahwat. Buka kunci-kunci pertolongan Allah dengan bertawakal (berusaha menyandarkan urusan ini kepada Allah) dan berdo'a dengan penuh keyakinan, perbanyak istighfar, karena Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa senantiasa beristighfar, maka Allah menjadikan jalan keluar pada setiap kesempitannya, penyelesaian dari setiap kesusahannya, dan melimpahkan rezeki kepadanya melalui jalan yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud, shahih).
Bersamaan dengan itu, berusaha dan bersabar dalam memberi masukan kepada orangtua tentang makna takdir. Meyakinkan kepada orangtua bahwa ketetapan rezeki, bahagia, keturunan adalah haknya Allah. Tidak ditentukan oleh tanggal kelahiran seseorang. Allah berfirman dalam QS. An-Naml [27] : 65, "Katakanlah : Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah."
Selain itu, sampaikan kepada keduanya (orangtua) tentang makna tauhiid. Mudah-mudahan dengan keyakinan dan kesabaran, Allah memberi jalan keluar yang terbaik.
Wallahu a’lam.
Diambil dari Majalah Swadaya - April 2011
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.