QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Agar Tidak Salah Curhat
17 Maret 2011 pukul 18:59 WIB
Sayed Man : Menangis Saat Mendengar Al-Qur'an
24 Februari 2011 pukul 17:00 WIB
Lisan yang Cantik
17 Februari 2011 pukul 15:51 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 26 Maret 2011 pukul 12:15 WIB

Mewaspadai Godaan Rumah Tangga

Penulis : Redaksi KSC

Keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah adalah tujuan setiap manusia yang akan dan sedang membangun keluarga. Mewujudkannya tentu bukan hal yang mudah. Jika tidak hati-hati, baik dalam perencanaan maupun saat mengarunginya, ia akan menjadi bagian dari penderitaan yang tak ada habisnya.

Allah SWT memperingatkan kepada setiap orang beriman agar hati-hati dalam hal tersebut. FirmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. At-Taghabun [64] : 14).

Ayat di atas menjelaskan bahwa banyak godaan dalam membangun bahtera rumah tangga. Godaan itu terutama datang dari bisikan setan laknatullah. Harus diakui, kemampuan setan dalam menjerumuskan anak manusia ke lembah kenistaan tak perlu diragukan lagi. Karenanya, istri dan anak mampu dia ubah menjadi musuh yang akan menghancurkan cita-cita sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Selain itu, materi dan syahwat termasuk godaan yang mampu menjerumuskan sebuah rumah tangga dalam sebuah kehancuran. Tak jarang seorang istri atau suami berselingkuh karena tidak mendapat kepuasan syahwat lahir dan batin di dalam keluarganya. Tak jarang pula seorang anak frustasi karena malu melihat kelakuan kedua orangtuanya.

Seorang suami, yang seharusnya menjadi seorang pemimpin di keluarga, sering pula menjadi koruptor karena bujukan istrinya yang terus menggerutu karena diperbudak segala macam keinginan. Ayah dan ibu pun terhancurkan kehormatan dan harga diri keluarganya karena perilaku dan akhlak buruk yang diperlihatkan anak-anak yang dilahirkannya.

Agar keluarga kita tak terjerumus oleh godaan, ada baiknya kita mengingat sebuah nasihat indah Rasulullah SAW kepada Abu Dzar. "Perkokohlah bahteramu karena samudera ini amat dalam. Perbanyaklah bekalmu karena perjalanan ini amat panjang. Ikhlaskanlah amalmu karena pencatatmu sungguh amat jeli."

Rasulullah SAW pun memberikan gambaran bagaimana seharusnya hidup bersama dalam berumah tangga. "Perumpamaan orang-orang yang menjaga batas-batas Allah SWT dengan mereka yang melanggarnya, bagaikan satu kaum yang menaiki sebuah bahtera. Sebagian mendapat tempat di atas dan sebagian lagi di bawah. Mereka yang di bawah jika ingin air (terpaksa) melewati orang-orang yang di atas, lalu berkata, "Seandainya kita lubangi (bahtera ini) untuk mendapatkan air, tentu kita tidak lagi mengganggu orang-orang yang di atas." Jika orang yang di atas membiarkan keinginan mereka yang di bawah, tentu semua akan binasa. Jika mereka menghalanginya, mereka akan selamat dan selamatlah semuanya." (HR. Bukhari dan Tarmidzi).

Dalam mengarungi samudera, terkadang sebuah bahtera miring ke kiri dan ke kanan. Satu saat tenang, dan di saat lain dihempas gelombang. Untuk itu, sejak awal, bahtera harus dipersiapkan dan diperkuat segala sisinya. Caranya dengan senantiasa menjaga langkah agar tidak ke luar dari tujuan asasinya, serta selalu menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga.

Musthafa Mansyur mengungkapkan bahwa kesejahteraan keluarga bukanlah terletak pada aspek fisik materi, tapi keterikatan anggota keluarga dengan akidah, ibadah, akhlak, dan pergaulan Islam, sehingga seluruh kehidupan terwarnai dengan identitas Islam secara utuh.

Bagaimana kehidupan keluarga yang Islami? Jawabannya tentu dapat kita lihat dari perilaku Rasulullah SAW dalam berkeluarga. Bukankah Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan kehidupan? Firman Allah SWT, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al Ahzab [33] : 21).

Wallahu a'lam.

Kris MQP / ROL

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Syahroni | Swasta
Subhanallah, KSC sangat bermanfaat bagi seorang hamba yang ingin menjalin silaturahim guna mencari keberkahan hidup. Saya juga berharap kiranya media ini bisa membantu saya dalam mengelola panti pendidikan anak-anak yatim.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1192 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels