QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Serigala Tua
15 Februari 2011 pukul 12:30 WIB
Mengintip Benih Keretakan dalam Rumah Tangga
12 Februari 2011 pukul 10:00 WIB
Suprihati : Mengucap Syahadat di Hari Pernikahan
10 Februari 2011 pukul 14:30 WIB
Markus Horison : Bahagia Meraih Kemenangan
13 Januari 2011 pukul 23:35 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 17 Februari 2011 pukul 15:51 WIB

Lisan yang Cantik

Penulis : Redaksi KSC

Suatu saat saya pernah bertanya kepada seorang bapak, "Pak, dulu saat Anda belum berkeluarga, muslimah dengan kriteria seperti apa yang dicari?" Bapak itu menjawab, "Oh, tentu saja muslimah yang cantik luar dalam. Secara fisik memang awal penilaian, tapi ketika saat berbicara ternyata kata-katanya seperti sampah dan nggak nyambung, wah langsung jatuh nilainya!"

Perbincangan tadi sepertinya klise dan tak berbobot. Namun, jika direnungkan ada banyak hikmah yang bisa kita ambil. Bahwa kecantikan seorang muslimah memang tidak terhenti sampai di fisik saja. Cantik luarnya saja tidak cukup untuk menilai seorang perempuan, khususnya muslimah. Ini baru sebatas penilaian manusia. Apalagi penilaian Allah SWT yang Mahasegalanya? Dia Yang Mahatahu hal-hal yang tersembunyi sekalipun.

Cantiknya seorang muslimah terletak pada cantiknya dia bertutur kata. Memiliki kecantikan lisan adalah sebuah keniscayaan bagi seorang muslimah. Allah dengan tegas menyatakan bahwa ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya. Jika dihina atau dicaci oleh orang jahil (tidak berilmu), mereka tidak membalasnya kecuali dengan perkataan yang baik dan lemah lembut.

"Dan hamba-hamba Rabb Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan." (QS. Al-Furqaan [25] : 63).

Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk menjaga lisan kita, yaitu : 1) Tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia. 2) Berkata jika ada kebaikan di dalamnya dan manfaat bagi agamanya. 3) Berfikirlah dulu sebelum berbicara.

Muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat, termasuk ghibah. Selalu waspada dari tergelincirnya lidah pada perkara ghibah yang sangat dibenci oleh Allah. Orang yang berghibah ibarat memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat [49] : 12).

Mari percantik lisan kita, karena kualitas lisan seseorang mencerminkan kualitas keimanannya. Hal ini dapat diilustrasikan seperti sebuah teko yang hanya akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Teko berisi air susu akan mengeluarkan air susu. Sebaliknya, jika teko tersebut berisi air comberan, maka yang dikeluarkannya pun air comberan.

Percantik lisan kita dengan cara selalu beramar ma’ruf nahi munkar. Mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran sekecil apa pun. Hiasi lisan dengan senantiasa tak lepas dari berdzikir kepada-Nya. Memohon ampunan dan selalu memuji Allah semata.

Wallahu a'lam.

Diambil dari Karya Betty Y. Sundari / Swadaya 41-2011

http://kotasantri.com

Suka
Abi Sabila, yantie, dan nurdin sholihin menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Desy Rahayu | Pegawai
Saya baru bergabung di KotaSantri.com setelah saya membaca beberapa cerita yang sangat menarik, saya berkeinginan juga untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3207 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels