Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Agar Tidak Salah Curhat
17 Maret 2011 pukul 18:59 WIB
Sayed Man : Menangis Saat Mendengar Al-Qur'an
24 Februari 2011 pukul 17:00 WIB
Lisan yang Cantik
17 Februari 2011 pukul 15:51 WIB
Serigala Tua
15 Februari 2011 pukul 12:30 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 24 Maret 2011 pukul 15:15 WIB

Imaan Granath : Berkenalan dengan Islam Melalui Dongeng Aladin

Penulis : Redaksi KSC

Persinggungan Iman Monica Granath dengan Islam, dimulai sejak masa kanak-kanak. Tepatnya, setelah ia menyukai dongeng-dongeng Timur Tengah, termasuk kisah Aladin.

"Saya selalu tertarik pada budaya yang berbeda. Saya suka bepergian dan suka belajar bahasa. Ketika saya masih kecil, saya gemar berdandan sebagai putri Arab seperti di kisah-kisah Aladin," katanya.

Menginjak remaja, ia menyadari tak semua Arab adalah Muslim. Ia bersekolah dengan beberapa orang Arab Kristen, yang semuanya begitu bangga mengenakan kalung salib besar di lehernya. Ia tersadar, keimanan bukan soal keturunan. Keyakinan adalah soal hati.

Granath kemudian belajar bahasa Arab di Universitas Stockholm. Di kampus ini, keyakinannya akan Islam semakin terpupuk. Di usia 20 tahun, ia memutuskan menjadi mualaf.

Granath kemudian memutuskan menikah dengan seorang Muslim Palestina dari Gaza. Pasangan itu hidup di antara dua kota dan dia membuat blog tentang pengalaman mereka, baik dan buruk. Blog-nya menjadi terkenal di Timur Tengah.

"Kami punya banyak perbedaan, menikah dengan seorang pria lain budaya membutuhkan banyak penyesuaian. Tentu saja kami berbagi beberapa ide umum, tetapi apa yang ia nilai dan suka kadang-kadang sangat berbeda dari penilaian masing-masing," katanya.

Granath memakai jilbab sekarang. Meskipun penelitian terbaru dari Uppsala University yang menyatakan bahwa 50 persen publik Swedia ingin untuk melarang jilbab di sekolah dan tempat kerja, dia tidak merasa didiskriminasikan.

Walau kadang, katanya, orang kerap menilainya berdasarkan di atas pilihannya berpakaian. "Kadang-kadang aku merasa orang mengira aku tidak pintar hanya karena mereka melihat cara saya berpakaian," katanya.

Bagi sebagaian orang, katanya, pilihan busananya merupakan bentuk kemunduran. "Tapi bagi saya itu merupakan pilihan gaya hidup sehat dan lebih spiritual, dengan kesadaran diri dan lingkungan. Saya memiliki pekerjaan sejak awal saya menjadi mualaf, tak masalah," katanya.

Ia bersyukur, mempunyai keluarga dan teman-teman yang berpikiran terbuka. "Mereka mungkin berpikir saya sedikit aneh, tapi mereka masih memperlakukan saya seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Saya pikir itu juga karena saya sendiri memiliki kepribadian yang liberal dan berpikiran terbuka, saya telah membuat banyak kompromi ketika mengunjungi keluarga saya," ujarnya.

Ia mencontohkan fleksibilitas yang dimaksudnya. Ia memang kerap menahan diri untuk tidak berjabat tangan dengan lawan jenis. "Tetapi dalam keluarga saya, saya memeluk mereka, karena itu adalah bagaimana kita melakukannya di sini. Tapi saya tidak merayakan Natal lagi. Itu yang membuat mereka sangat sedih."

Ketika ditanya apakah ia pernah merasa ingin menyerah ketika menjadi seorang Muslim, ia menjawabnya dengan lelucon, "Saya menyerah ketika melihat orang-orang yang good looking."

Ia menjadi satu dari sekitar 5 ribu mualaf Swedia. Bersama Helena Benauoda, pimpinan organisasi Muslim Swedia, ia pernah dijuluki sebagai "wanita yang melawan arus"; disaat semua bergegas menjadi liberal dan sekuler, keduanya malah memilih Islam.

Secara keseluruhan, populasi Swedia berjumlah 9 juta, 300 ribu hingga 400 ribunya beragama Islam.

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka
Danny Savitra menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Riesna | I'm Real Jobless
KotaSantri.com adalah situs keren yang memungkinkan kamu mengetahui dan mempelajari ilmu agama Islam lebih jauh, mudah, dan mengena. Di sini juga kamu bisa saling bersilaturahmi dengan para santri, melalui email dan chatting room yang tak kalah keren!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1219 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels