|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|





Kamis, 11 Februari 2010 pukul 20:55 WIB
Penulis : Aris Solikhah
Sebut saja namanya Ira (nama samaran). Dia putri satu-satunya sebuah keluarga kurang mampu di Sukabumi. Ayah-ibu Ira telah meninggal dunia. Kini ia tinggal bersama neneknya. Meski kurang mampu, Ira berharap bisa menamatkan pendidikan minimal di Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika itu Ira duduk di bangku kelas 3 SMA. Ia bimbang sekali, uang SPP-nya sudah beberapa bulan menunggak. Belum lagi biaya ujian nasional nanti. Ingin bekerja untuk mencari tambahan biaya sekolah, tapi bekerja apa. Ingin berhutang uang, pada siapa? Kehidupan tetangga kanan kirinya pun tak jauh berbeda dengan dirinya.
Seorang teman laki-laki beda kelas, sebut saja Joko (nama samaran juga tuh), menawarinya sebuah transaksi mudah dan menghasilkan uang cepat. Yakni jual beli keperawanan. Ya, Ira ditawari untuk menjual keperawanannya pada pria yang kebetulan menjabat sebagai wakil rakyat daerah. Setelah melalui rayuan gombal dan tawar-menawar, akhirnya sang pejabat membuat surat perjanjian dengan Ira. Disepakati kedua belah pihak, transaksi berlangsung di sebuah hotel dengan harga Rp. 3 juta. Usai malam transaksi tersebut, tak dinyana beberapa bulan kemudian, Ira hamil. Dari sejumlah uang yang disepakati, Ira hanya menerima uang Rp. 350 ribu. Sisanya masuk ke kantong Joko.
Ira berusaha menuntut tanggungjawab sang pejabat. Namun bapak wakil rakyat tadi mungkir, alasannya dalam surat perjanjian tertulis jelas bahwa ia tak bertanggungjawab apapun yang akan terjadi pada Ira nanti. Jadilah Ira menanggung malu dan derita selamanya. Impian menamatkan sekolahnya di depan mata pupus sudah.
Itulah sepenggal kisah Cerita Pagi, sebuah program TV swasta yang tayang setiap hari pukul 7.30.
Sebuah kisah yang mengiris hati. Tahu nggak sih, Girls, bisa jadi kisah-kisah Ira lain terserak di bumi pertiwi ini. Kisah para perempuan yang berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan menggadaikan kehormatan, tubuh, fisik, harga diri, dan iman demi uang. Selintas kita bisa terima tindakan Ira yang terjepit, namun apakah iya harus dengan menjual diri.
Girls, di era kehidupan kapitalistik-liberal seperti sekarang, dimana ukuran uang atau materi mendominasi, memaksa orang melakukan pekerjaan apa saja. Tanpa pandang halal-haram. Bukan hanya sosok Ira yang terpaksa, banyak pula malah, gadis sadar diri sepenuh hati menekuni profesi yang menjatuhkan martabat perempuan seperti foto model sampul majalah panas, peragawati baju ‘apa adanya’, model iklan yang mengekpoitasi fisik, artis film panas, penyanyi erotis, tukang pijat plus, hostes, serta PSK.
Girls, seberat apa pun kehidupan yang kamu jalani, plis jangan sampai menjadi PKI alias Perempuan Kurang Iman. Hidup bahagia sesaat, ngap-ngap di akhirat. Iman kuat merupakan benteng dan filter hidupmu. Tentu saja, Girl, agar diri ini punya iman laksana batu karang di laut, Girls harus senantiasa memupuknya dengan rutin mengikuti siraman rohani atau kajian Islam, bergaul bersama orang-orang shaleh dan shalihah, berusaha mentadaburi dan mentafakuri hasil ciptaan Allah. Kerlip bintang di langit, anekaragam tetumbuhan, hiruk pikuk di sekitar kita. Menginsafi diri bahwa kita itu mahkluk lemah banget. Segala kekuatan hanyalah milik Allah. So, sandarkan diri sepenuhnya beban berat di dada, pada Tuhan semesta alam, niscaya hidup terasa tenang dan ringan.
Selain itu, biar tak salah langkah, Girls hendaknya juga menjadi perempuan haus informasi dan ilmu, di mana pun kamu berada. Kamu bisa mengakses infomasi dan ilmu dengan berbagai cara. Mau via TV, diskusi, internet, koran, majalah, baca buku sah-sah saja kok. Janganlah ampe kita jadi Perempuan Kurang Informasi dan ilmu (PKI). Wah… PKI lagi, PKI lagi nih. Memang terhadap dua PKI negatif itu, Girls kudu menimbang diri agar tak terjerat di dalamnya. Coz, perempuan kurang iman akan menderita dunia akhirat. Perempuan kurang informasi akan tergilas roda zaman. Nah, klo yang PKI satu ini, Girls kudu usahakan ya, Perempuan Kreatif Inovatif.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.