HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://nuraulia.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Jurnalis
Tulisan Aris Lainnya
Memuliakan Anak Perempuan
7 Januari 2010 pukul 20:40 WIB
Orangtua Sebagai Cermin
26 Desember 2009 pukul 17:35 WIB
Kematian
18 Desember 2009 pukul 18:25 WIB
Pesankan Saya Tempat di Neraka!
15 Desember 2009 pukul 20:13 WIB
Perempuan Metanoiac
10 Desember 2009 pukul 19:05 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 30 Januari 2010 pukul 20:15 WIB

Menangkap Peluang Bisnis Saat Krisis

Penulis : Aris Solikhah

Dunia menghadapi krisis global. Sebanyak 50 juta orang bakal mengalami Pemutusan Hubungan Kerja tahun ini. Jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai 45,2 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 2, 65 juta orang penganggur terdidik. Data lain mengatakan dari jumlah penganggur terbuka 65,71 persen adalah pengangguran terdidik. Ditambah tiap tahun perguruan tinggi melahirkan wisudawan baru sekitar setengah juta. Kesempatan kerja kian sempit. Persaingan kerja makin ketat.

Brothers dan Sisters, tak perlu berkecil dan bersedih hati. Mendapatkan pekerjaan bukanlah hal utama dalam hidup ini. Rezeki bisa datang dari berbagai pintu mana saja. Tidak selalu berasal dari gaji. Bila jeli, kita bisa melihat banyak peluang. Dalam menghadapi krisis ekonomi saat ini, yang diperlukan kreativitas dalam menjemput rezeki.

***

Bisnis dari Hobi

Jangan memandang remeh hobi dan minat pada bidang tertentu. Hobi bisa menjadi sumber penghasilan. Gagasan bisnis bisa berawal dari hobi dan minat. Banyak pengusaha sukses memulai dari hobi. Dalam ilmu psychology of success, dari 2000 orang sukses yang diteliti, ternyata 80 persen di antaranya, orang yang menyukai apa yang dia lakukan. Faktor menyukai menghadirkan energi sukses yang punya daya dorong luar biasa.

Seperti Bill Gates sewaktu masih muda mempunyai hobi komputer dan melakukannya dengan tekun, sehingga menjadi usaha yang sukses dan terkaya di dunia. Mooryati Soedibyo, Pendiri dan Pemilik PT. Mustika Ratu memulai usaha dari hobi. Sebagai putri keraton, Mooryati terbiasa meracik jamu dan kosmetika alami.

Kegemaran traveling membawa Ina Damayanti menerjuni bisnis di bidang tour dan travel. Kini Ina menjadi Direktur PT. Fajarayu Erapratama. Kurniawan Junaedhie tak menyangka hobinya memelihara tanaman hias menjadikannya sebagai jutawan. Kurniawan membuka gerai tanaman hias yang diberi nama Toekang Keboen dipusatkan di kawasan tanaman hias BSD City, Serpong. Kurniawan meninggalkan profesi wartawan yang sudah ditekuninya selama 30 tahun.

Mulai saat ini, kita perlu menanyakan pada diri sendiri. Bila bidang ilmu yang ditekuni semasa duduk di bangku sekolah dan kuliah kurang menjadi hobi, mungkin kesukaan kita terhadap sesuatu bisa sebagai inspirasi. Tak perlu gengsi menekuni hobi kita. Misalnya saja, memelihara hewan kesayangan (kucing, ikan hias, marmut, hamster, ayam, burung, dan lain-lain), tanaman hias, koleksi barang antik dan unik (uang kuno, perangko, serangga, daun kering), lanskap, travelling, mendaki gunung, mancing, memasak, membuat kue, menjahit, menulis, membuat pernak-pernik fashion, dan merias. Bisa juga hobi naik kendaraan (mobil, sepeda motor, sepeda, balap), berbahasa, desain grafis, main internet, bahasa, olah raga, dan sebagainya. Mulailah menekuni hobi secara serius.

Lalu matching-kan kompetensi atau hobi tersebut dengan kebutuhan pasar dan peluang industri di masyarakat. Semisalnya kita hobi naik sepeda motor. Kita kuasai seluk beluk sepeda motor. Nah, kita bisa membuka bengkel, jual beli aksesoris, atau modifikasi sepeda motor.

Selain itu, kita menambah terus pengetahuan mengenai hobi. Banyak membaca buku, koran, majalah bisnis, dan buku-buku sejenis. Kita membaca tren yang sedang naik daun, mengamati kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, melihat kesempatan niche-niche (ceruk) terabaikan, dan mencari peluang-peluang untuk meningkatkan nilai produk serta layanan yang telah ada.

Banyak mengobrol dan diskusi dengan orang yang berwawasan luas dan terbiasa menangkap peluang bisnis. Sering bergaul pula dengan orang yang berpengalaman dan ahli di bidang tersebut.

Tak lupa, periksa kemudahan untuk masuk dan menerjuni dunia bisnis berbasis hobi tersebut. Maksudnya, memperkirakan alokasi modal, waktu, dan tenaga yang dibutuhkan dalam mengelola bisnis, sehingga cukup matang untuk menantang kompetitor yang sudah eksis. Gencarkan promosi dan publikasi produk kita melalui berbagai cara. Memasarkan via internet bisa menjadi pilihan.

Nah, kalau usaha sudah menampakkan hasil, jangan puas dulu. Tahan diri untuk senang-senang dan menikmati. Laba yang diperoleh, diputar lagi untuk mengembangkan bisnis. Selamat mencoba!

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ibu Hafif | Ibu RT
Webnya www.kotasantri.com bagus euy.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1199 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels