Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Mainkan Kartu yang Kita Punya
21 Januari 2013 pukul 09:30 WIB
Hidup di Tepian Kehidupan
15 Januari 2013 pukul 12:00 WIB
Manajemen Waktu bagi Penulis
11 Januari 2013 pukul 17:00 WIB
Memecahkan Masalah dengan Silaturrahim
9 Januari 2013 pukul 08:00 WIB
Selamat Jalan, Guruku Tercinta
3 Januari 2013 pukul 10:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 26 Januari 2013 pukul 15:00 WIB

10 Keburukan Jiwa dan 10 Penangkalnya

Penulis : Arry Rahmawan

Sebagai seorang muslim, tentu kita ingin selalu memberikan dan menghasilkan yang terbaik dalam kehidupan ini. Kecuali untuk mereka yang MEMILIH menjadi orang yang biasa-biasa saja. Sungguh amat rugi bagi mereka yang memilih menjadi orang biasa. Lebih tepatnya, itu bukan pilihan, tetapi kutukan.

Pernahkah kita berpikir bahwa ada banyak sekali hal yang tanpa kita sadari menjadi celah untuk melemahkan jiwa kita sebagai muslim untuk melakukan yang terbaik. Berikut ini ada 10 hal yang menjadi bibit keburukan jiwa, tetapi tenang karena disertai pula obat penawarnya.

Seorang sholihin berkata,“Aku memperhatikan dan memikirkan dari pintu mana syetan masuk ke dalam diri manusia. Ternyata ia masuk melalui sepuluh pintu :

Pertama, Serakah dan buruk sangka. Maka aku melawannya dengan sifat qona’ah (merasa cukup dengan apa yang ada) dan sikap percaya (yakin).

Kedua, cinta kehidupan dan panjang angan-angan. Maka aku melawannya dengan rasa takut maut menjemput secara tiba-tiba sehingga aku selalu memberikan yang terbaik untuk meraih cita-cita yang terbaik pula.

Ketiga, ingin hidup santai dan serba nikmat. Maka aku melawannya dengan hilangnya kenikmatan dan perhitungan yang pahit.

Keempat, ujub (bangga diri). Maka aku melawannya dengan kesadaran bahwa semua yang ada adalah anugerah dari Allah dan dengan rasa takut akan akibat yang akan terjadi.

Kelima, Meremehkan dan kurang menghormati orang lain. Maka aku melawannya dengan mengetahui hak dan kehormatan mereka.

Keenam, dengki. Maka aku melawannya dengan qona’ah dan puas dengan apa yang Allah bagikan kepada makhluk-Nya.

Ketujuh, riya dan senang dipuji orang. Maka aku melawannya dengan ikhlas.

Kedelapan, kikir. Maka aku melawannya dengan kesadaran akan binasanya apa-apa yang ada di tangan makhluk dan kekalnya apa-apa yang ada di sisi Allah swt.

Kesembilan, sombong. Maka aku melawannya dengan sifat tawadlu (rendah hati).

Kesepuluh, tamak. Maka aku melawannya dengan tsiqoh (yakin) terhadap apa yang ada pada sisi Allah dan zuhud (meninggalkan apa yang ada pada manusia).

Tulisan ini disadur dari buku Komitmen Muslim kepada Harokah, Fathi Yakan dengan beberapa perubahan. Semoga bermanfaat.

http://arryrahmawan.net

Suka
Sumayyah Syahidah menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fay Ahmed | Blogger
Senang sekali baca-baca di KotaSantri.com. Nambah pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1890 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels