Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Hidup di Tepian Kehidupan
15 Januari 2013 pukul 12:00 WIB
Manajemen Waktu bagi Penulis
11 Januari 2013 pukul 17:00 WIB
Memecahkan Masalah dengan Silaturrahim
9 Januari 2013 pukul 08:00 WIB
Selamat Jalan, Guruku Tercinta
3 Januari 2013 pukul 10:00 WIB
3 Prinsip Pemecahan Masalah
15 Desember 2012 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 21 Januari 2013 pukul 09:30 WIB

Mainkan Kartu yang Kita Punya

Penulis : Arry Rahmawan

Sewaktu saya menjadi juri esai untuk Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) UI, saya turut diundang dalam sebuah gala dinner untuk penutupan ISLC. Di situlah kemudian saya bertemu dengan juri-juri ISLC yang lainnya. Dari kelima juri, hanya satu orang yang belum saya kenal, Dimas Prasetyo. Dari keterangan yang saya dapat di situs ISLC, beberapa catatan prestasi bang Dimas adalah Penerima penghargaan Young Change Makers Ashoka Indonesia, Juara 1 lomba esai Pengalamanku bersama Majalah Gema Braille BPBI Abiyoso Kemensos RI, dan Juara 1 lomba karya tulis online (KT-Online) PT Telkom Multimedia bersama situs plasa.com.

Sewaktu kami semua diundang untuk maju ke depan menerima plakat, saya mengajak bersalaman Dimas. Salah satu juri lainnya, Wahyu Awaludin, menuntun Dimas untuk berjabat tangan dengan saya. Saya lemas, di hadapan saya adalah seorang Tuna Netra. Hati saya berdebar. Setahu saya, seorang Dimas adalah mahasiswa sastra Inggris UI, penulis aktif, yang sering dimunculkan di media massa tulisannya, memenangkan lomba, dan blogger andal. Padahal, ekspektasi saya seorang Dimas yang normalpun sudah membuat saya sangat hormat dengan capaiannya. Tapi ternyata, prestasi itu diraih dari seorang Tuna Netra. Bagaimana mungkin?

Pertemuan dengan Bang Dimas malam itu menorehkan suatu bekas yang mendalam bagi saya. Sebuah pelajaran berharga yang saya dapatkan, kehidupan terbaik terbentuk bukan karena kita memegang kartu paling bagus, namun karena berhasil memaikan dengan baik kartu yang kita punya.

Kadang saya merasa malu sendiri saat mengingat bahwa diri ini masih suka malas-malasan. Saya merasa malu menyia-nyiakan nikmat bisa melihat dan membaca dengan jelas. Saya merasa malu bahwa saya yang memiliki fisik lebih sempurna, kalah secara prestasi dari orang yang memiliki keterbatasan besar.

Begitu pula sebagai refleksi diri kita semua. Betapa sering kita mengeluhkan dan menyalahkan berbagai hal saat kita tidak bisa menorehkan prestasi besar. Entah katanya kita tidak bakat lah, entah karena otak orang lebih pinter lah, entah karena kita memang gak beruntung lah, dan lain sebagainya. Sebuah keadaan tidak akan pernah berubah, selama kita tidak memiliki keinginan kuat untuk merubahnya sendiri. Seorang Dimas, yang justru punya lebih banyak alasan untuk menyerah dalam berkarya, menunjukkan pada kita bahwa kehidupan terbentuk bukan karena kita diberikan keberuntungan lebih dibanding orang lain, tetapi bersyukur dan menciptakan keberuntungan itu melalui apa yang kita miliki.

Tetap bersyukur, selamat berkarya, dan mengukir prestasi!

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Desy Rahayu | Pegawai
Saya baru bergabung di KotaSantri.com setelah saya membaca beberapa cerita yang sangat menarik, saya berkeinginan juga untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1379 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels