HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://almaghribi.kotasantri.com
Bergabung
7 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Tuban - Jawa Timur
Pekerjaan
Mahasiswa
http://albi4ever.blogspot.com
maghreb25
Tulisan Hamdan Lainnya
Bukan Bacaan Biasa
19 Februari 2011 pukul 12:00 WIB
Kesatuan Ummat
1 Januari 2011 pukul 21:00 WIB
Pentingnya Rekonstruksi Ide Islamisasi Ilmu
30 Oktober 2010 pukul 20:50 WIB
Ilmu adalah
3 Juli 2010 pukul 20:45 WIB
Integrasi Ilmu dan Agama
24 April 2010 pukul 20:50 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 2 April 2011 pukul 13:40 WIB

Antara Al-Azhar dan Universitas Islam

Penulis : Hamdan Maghribi

Masjid Al-Azhar di Mesir berdiri pada hari ke-14 bulan suci Ramadhan tahun 971 M (atas nama Fatimah Az-Zahra). 4 tahun kemudaian, hakim tertinggi Dinasti Fatimiyah, Abdul Hasan Al-Nu'man, memberikan kuliah pertama tentang hukum-hukum syi'ah (Dinasti Fatimiyah menganut faham Syi'ah Isma'iliyah). Dari situlah awal tonggak sejarah Universitas Al-Azhar dimulai.

Al-Azhar, sekarang telah berumur lebih dari 1000 tahun, ia merupakan universitas tertua yang masih hidup di muka bumi ini. Sekarang, berapa banyak universitas yang telah umat Islam bangun selama kurun 1000 tahun (semenjak berdirinya Al-Azhar)?

Sejarah dunia mencatat, Kerajaan Mughal di India berdiri sejak 1526 M. Mughal adalah salah satu dari tiga kerajaan besar Islam pada abad pertengahan; Daulah Usmaniyah di Turki, Daulah Safawiyah di Persia, dan Mughal di India. Mughal berjalan selama 181 tahun. Hamida Begum, janda dari raja Nasiruddin Humayun, menghabiskan 8 tahun untuk membangun kuburan Humayun. Raja Jalaluddin Akbar mendirikan Fatehpur Sikri, yang dibangun di dalamnya istana-istana megah untuk tiap istri dan selir Akbar. Jehangir membangun Hiran Minar untuk mengenang binatang kesayangannya. Raja Shahbudin Muhammad Shah Jahan mengerahkan 22.000 pekerja yang bekerja selama 23 tahun membangun sebuah kuburan untuk Arjumand Begum. Sebagaimana para pendahulunya, istana Shah Jahan memiliki ratusan istri, gundik, dan penari. Arjumand Begum merupakan istri yang paling disayanginya.

Taj Mahal, pada intinya, adalah representasi dari dua hal : Pertama, zaman Dinasti Mughal yang penuh keindahan artistik. Dan, kedua, kebangkrutan finansial akibat penghamburan kas negara untuk membangun istana dan kuburan megah disaat kas negara lagi "sekarat". Saat Aurangzeb menjadi raja, pajak yang dibebankan buat rakyat melambung tinggi.

Dan "hebatnya" lagi, Selama 181 tahun tersebut, tidak ada satu pun universitas yang didirikan!

Selanjutnya, OIC (The Organization of Islamic Conference) yang berslogan "melayani kebutuhan 1.5 milyar penduduk muslim dunia", beranggotakan 57 negara. Dari hasil penelitian, dari 57 negara mayoritas muslim tersebut memiliki kurang dari 600 buah universitas; kalau dikalkulasikan dengan jumlah umat Islam, 1 universitas untuk 2 juta muslim. Israel memiliki 25 institut dan universitas dengan jumlah penduduk 6,3 juta jiwa; satu universitas untuk 250 ribu jiwa. Sebuah perbedaan yang mencengangkan!

Dari 600 universitas yang ada, berapakah yang menelurkan peraih nobel? Ahmad Zewail, peraih nobel dalam bidang kimia pada tahun 1999, adalah lulusan Universitas Iskandariyah, tapi nobel yang dia menangkan merupakan hasil kerja yang dilakukannya di California Institute of Technology. Ada juga Abdus Salam, peraih nobel dalam bidang fisika tahun 1979, meraih gelar master di Punjab University, tapi dia bisa melanjutkan hasil kerja brilliannya di Italia dan Inggris.

Dari 600 universitas tadi, apakah ada, satu saja, yang menghadirkan terobosan-terobosan teknologi? Mari kita lihat kerajaan Saudi, yang mempunyai kekayaan trilyunan dolar Amerika. Apa yang mereka hasilkan dari kekayaan yang melimpah itu? Adakah, satu saja, dari universitasnya yang mempunyai terobosan dalam bidang medis maupun ilmiah? Kenapa ini terjadi? Apakah Israel melarang kita untuk belajar? Atau Amerika mengancam kita menemukan terobosan ilmiah?

Disaat umat Islam disibukkan dengan pembangunan istana megah untuk para selir raja, Barat sibuk dengan Oxford University-nya. Ketika Jehangir membangun istana buat hewan kesayangannya, mereka sibuk dengan pembangunan universitas dan peningkatan pendidikan. Ketika Shah Jahan membangun kuburan buat istrinya, mereka ribut mendirikan Harvard University, Harvard telah melahirkan 40 peraih nobel. Dan dengan berakhirnya Dinasti Mughal di India, Barat telah berhasil mendirikan puluhan universitas handal!

Lihatlah sekarang! Apa yang sedang pemerintah Mesir lakukan terhadap Al-Azhar, pemerintah mengontrol kurikulum dan memasukkan unsur-unsur politik dalam menjalankan Universitas tertua di dunia milik umat Islam ini.

Apakah kita masih pura-pura buta?! Aksi teror dan "jihad(?)" bom bunuh diri tidak bisa membuat kita jadi pemenang, tapi hanya jadi pecundang! Tapi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan universitas, insya Allah kita bisa! Jadi, marilah kita buang kepura-puraan kita, sudah waktunya umat Islam bangkit dan menjadi pemenang.

Allahummansurna.

http://albi4ever.blogspot.com

Suka
yantie dan Wahyudi menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Hamdan Maghribi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Arry Rahmawan | Penulis dan Trainer
Subhanallah, akhirnya KotaSantri.com semakin berkembang. Artikelnya bagus dan dapat menambah wawasan kita semua. Maju terus KotaSantri.com... ^^
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1504 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels