|
QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
|





Selasa, 19 Februari 2013 pukul 14:00 WIB
Penulis : Rahmat Hidayat Nasution
Menjadi saksi adalah salah satu kewajiban manusia. Apalagi bagi mereka yang ikut mengiringi jenazah ke pemakamannya. Kesaksian pengiring jenazah bisa membuat si mayat mendapatkan apa yang disaksikan oleh pengiringnya. Penyataan ini bersumber dari Abdul Aziz bin Suhaib bahwa ia mendengar hadits dari Anas bin Malik.
Lewatlah iring-iringan jenazah seseorang lalu mereka yang sedang berada di mesjid memuji kebaikannya. Lalu Nabi SAW yang mendengarkan pujian mereka bersabda, “Ia akan mendapatkannya.”
Tak lama kemudian, lewat lagi iring-iringan jenazah yang lain, lalu mereka menyebut-nyebut kejelekan yang dilakukan si mayat. Nabi SAW pun bersabda, “Ia akan mendapatkannya.”
Umar yang dua kali mendengarkan Rasulullah SAW berkata seperti itu, langsung bertanya, "Apa yang pasti, ya Rasul?"
“Yang kalian puji kebaikannya, maka ia akan mendapatkan surga. Demikian halnya juga mayat yang kalian sebutkan kejelekannya. Ia akan masuk neraka.”
Para sahabat yang mendengarkan ucapan Rasulullah SAW tersebut terdiam.
“Kalian akan menjadi saksi Allah di bumi,” ucap Rasulullah SAW.
Apa yang dapat dipetik dari hadits ini? Intinya, kita mesti menceritakan seseorang tentang kebaikannya. Terutama saat ia telah wafat. Jangan sampai kita menceritakan keburukannya saat ia wafat. Kenanglah selalu kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Meski itu hanya beberapa kali dilakukannya kepada kita.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.