HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Studi Banding
24 Januari 2013 pukul 09:30 WIB
Berterima Kasih kepada Pencela
18 Januari 2013 pukul 08:00 WIB
Tak Mungkin Terbalas
12 Januari 2013 pukul 09:00 WIB
Kebencian
11 Januari 2013 pukul 13:00 WIB
Raja dan Ratu Sederhana
6 Januari 2013 pukul 09:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 29 Januari 2013 pukul 14:00 WIB

Tekunilah Profesi Anda

Penulis : Jamil Azzaini

Saya pernah mendapat kiriman sebuah cerita yang akan saya ceritakan kembali. Ada seorang pemecah batu yang tinggal di suatu desa. Suatu saat, ia melihat seorang konglomerat. Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang konglomerat. Ketika ia sedang bepergian dengan mobil mewahnya, ternyata ia harus memberi jalan kepada seorang pejabat yang sedang lewat. Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.

Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari yang luar biasa. Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari. Namun Ketika sang matahari sedang bersinar terang, tiba-tiba sebuah awan hitam menyelimutinya. Iri dengan selubung awan, tiba-tiba ia berubah menjadi awan. Dan ketika awan itu sedang berarak di langit, angin menyapunya. Awan itupun iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba iapun berubah menjadi angin.

Ketika angin itu sedang berhembus, ia tak kuasa menembus kokohnya gunung. Iri dengan kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung. Ketika gunung sedang berdiri kokoh, ia melihat ada seseorang yang memecahnya. Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu. Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu.

***

Dalam hidup, kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidak ada yang betul-betul lebih tinggi atau lebih rendah. Kehidupan ini akan baik-baik saja dan bisa Anda nikmati sampai Anda mulai membanding-bandingkan. Anda tidak akan mampu menikmati hidup bila Anda selalu melihat bahwa “rumput di halaman tetangga lebih hijau”.

Syukuri apa yang sudah Anda tekuni. Jangan pernah merasa iri dengan profesi orang lain. Anda hanya boleh iri pada dua hal saja. Pertama, iri kepada orang kaya raya yang dermawan. Kedua, iri kepada orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya.

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

salman dikz | Karyawan
KotaSantri.com... Ya Allah, kereeeen. Tooop daaaaah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2641 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels