|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
|
http://karitasurya.multiply.com |
|
|
ratu_karitasurya |





Selasa, 25 Oktober 2011 pukul 15:00 WIB
Penulis : Ratu Karitasurya
Kepahaman para sahabat atas keridhaan Allah, hari akhir, syurga, dan hal-hal yang seumpama dengan itu adalah kepahaman yang terbaik di antara kita para manusia. Bukan kita orang-orang akhir zaman, dan bukan pula wali-wali yang jelas-jelas telah menjadi asbab tersebarnya dienul Islam ke seluruh pelosok dunia.
Ketika Rasulullah (SAW) hendak berangkat ke Badar pada saat-saat dimana Allah (SWT) menguji keimanan mereka, maka Sa'ad bin Khaitsamah (RA) dan ayahnya, Khaitsamah bin Harits (RA), saling berebut untuk turut menyertai Rasulullah (SAW) ke Badar.
Mengetahui hal itu, maka Rasulullah (SAW) menentukan, "Yang boleh pergi hanya salah satu di antara kalian. Jadi undilah di antara kalian berdua."
Khaitsamah (RA) berkata kepada anaknya, Sa'ad (RA), "Sebaiknya aku saja yang berangkat dan kamu tinggal untuk menjaga kaum perempuan."
Sa'ad (RA) menjawab, "Kalau tidak karena surga, maka saya akan mengalah kepadamu, ayah. Akan tetapi saya ingin sekali mendapatkan surga."
Ketika diundi, maka nama Sa'ad yang keluar. Dengan demikian, maka dialah yang diizinkan untuk mengikuti perang bersama Nabi (SAW) ke Badar. Dan dalam perang tersebut ternyata Sa'ad terbunuh oleh Amr bin Abdu Wadd. [1]
Subhanallah.
===
Catatan Kaki
[1] HR Hakim dalam kitabnya jilid III halaman 189.
Dari Tulisan Subhan Ibn Abdullah, Pattaya, 03/05/2005.
http://karitasurya.multiply.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ratu Karitasurya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.