Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://saif.kotasantri.com
Bergabung
12 September 2010 pukul 22:19 WIB
Domisili
Ponorogo - Jawa Timur
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Muhammad Lainnya
Antara Ayah, Anak, dan Burung Gagak
9 Agustus 2011 pukul 15:00 WIB
Membunuh Kekosongan dengan "Pisau" Kesibukan
8 Juni 2011 pukul 11:45 WIB
Dan Cinta, Ungkapkanlah
24 Maret 2011 pukul 12:00 WIB
Pergeseran Makna Insya Allah
16 Maret 2011 pukul 11:45 WIB
Indahnya Kesyukuran
7 Maret 2011 pukul 09:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 14 September 2010 pukul 19:21 WIB

Malaikat Tidak Akan Keliru

Penulis : Muhammad Aris Saifuddin

"Arghhhhh..."

Begitu rasanya hati ini ingin berteriak, ingat sekali waktu itu pada saat aku beranjak ke semester 4 di salah satu peguruan tinggi swasta di Ponorogo. Waktu itu aku melihat selembar kertas yang terpampang di papan pengumuman depan kantor.

"Wahhh... Kesempatan emas, gan," pikirku saat itu. Rasanya rindu banget dengan tulisan BEASISWA. Ya, kata itulah yang diimpikan sejak SMA. Segera aku baca pesyaratan agar masuk kriteria beasiswa tersebut. "Alhamdulilah masuk kriterianya," ujarku dalam hati.

Pada saat itu pula aku langsung minta izin pada bosku bahwa besok aku tidak bisa masuk kerja karena harus mengurus berkas untuk pengajuan beasiswa. Kuliahku memang masuk jam 3 sore, sehingga pada pagi hari aku bisa kerja sampingan. Di sebuah Photocopy dekat SMP aku bekerja. Di situ aku bekerja mulai dari jam 7 sampai jam 2 sore. Lumayanlah bisa buat bantu orangtuaku.

Keesokan harinya, aku segera saja mengurus berkas persyaratannya, mulai dari kantor desa hingga ke polsek untuk membuat SKCK. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, tak lupa sebelumnya minta tambahan do'a dari orangtua agar diberi kemudahan dari Yang Kuasa. Dan sorenya kuserahkan pada petugas di kantor Universitasku.

Lama sekali pengumumannya, begitu kurasakan saat itu. Hampir beberapa minggu sudah berlalu, akhirnya pengumumannya ditempelkan. Segera saja aku melihat siapa yang mendapat beasiswa. "Koq kagak ada," ujarku. Aku coba kembali menelusuri satupersatu daftar tersebut.

"Ah, sial kagak ada, gan." Huahhh hampir saja nama binatang keluar dari mulutku. "Astaghfirullah," segera aku mengucap kata istighfar. "Mungkin belum rezeki," ujarku dalam hati. Ya, kata itu yang sering aku ucapkan ketika rezeki belum datang kepadaku.

Sambil merengut sendiri, kuputuskan aku hari ini tidak mengikuti 1 mata kuliah. Karena percuma saja diajar bila tidak konsen, pikirku. Suntuk, bete rasanya.

Tak ingin berlama-lama dalam keadaan yang serba kaya gini, malamnya aku berniat untuk shalat tahajud dan mencurahkan keluh kesahku pada Ar-Razaq Sang Pemberi Rezeki.

Alarm HP-ku berdering, "Cepet banget udah jam 1 malam," pikirku. Segera aku mengambil wudhu dan shalat dua rakaat. Tak terasa sekitar 20 menit aku berkeluh kesah.

Besok malamnya aku menghadiri pengajian kitab kuning. Pengajian yang rutin diadakan setiap minggu malam yang anggotanya adalah alumni Pondok. Entah kebetulan apa gimana, ustadnya ngomong padaku, "Tenang saja, mas, malaikat tidak akan keliru membagikan rezeki dari Allah." Sontak saja aku terkaget, bagaimana beliau tahu kalau aku sedang menghadapi masalah tersebut. Dan sampai sekarang kata-kata tersebut aku jadikan pelipur lara ketika rezeki belum mampir padaku.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Aris Saifuddin sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Achmad Husaery | swasta
Alhamdulillah, dengan adanya KotaSantri.com kita bisa melakukan Introspeksi diri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1165 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels