|
HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
|





Rabu, 8 Juni 2011 pukul 11:45 WIB
Penulis : Muhammad Aris Saifuddin
Waktu adalah pedang. Karenanya, dapatlah waktu digunakan sebagaimana yang dikehendaki, atau tidak, ia akan memotong kita. Begitu kiranya pepatah berkata. Dan betapa pentingnya waktu hingga Allah SWT menggunakan kata demi waktu (masa) dalam Al-Qur’an,
وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-Ashr).
Dari untaian ayat di atas, menunjukkan kepada kita, betapa sungguh meruginya kita apabila tidak menggunakan waktu seefisien mungkin untuk hal-hal yang positif. Karena itu, kita harus memahami betapa pentingnya waktu dalam kehidupan kita. Jangan sampai waktu kita terbuang secara sia-sia, karena itu sama artinya kita telah melempar hidup dan menyia-nyiakannya. Sebab waktu merupakan hidup itu sendiri. Pentingnya waktu juga pernah dituliskan dalam potongan kalimat puitis oleh Ibnu Qayyim Al-Jaauziyah,
Waktu laksana pedang
Wahai orang yang lalai akan akibat perbuatannya
Wahai orang yang terhenti di atas kekurangan dirinya
Kau telah tertinggal oleh mereka yang teguh pendirian
Sedang engkau tidur di atas kebimbangan
Begitulah perumpamaan yang menggambarkan orang yang lalai menggunakan waktunya untuk sesuatu hal yang sia-sia. Orang tersebut sama saja dengan orang yang menganggur. Dan sungguh betapa sedihnya orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, karena biasanya akan menjadi penebar isu dan desas-desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran mereka selalu melayang tak tahu arah.
Dan dalam keadaan itulah pikiran mereka akan menerawang ke mana-mana, mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu mereka alami. Dan itu, membuat akal pikiran mereka tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Saat-saat inilah yang merupakan saat yang berbahaya, karena orang seperti itu, ibarat kendaraan yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.
Dengan demikian, diharapkan untuk menggunakan waktunya dengan seefisien mungkin, dan janganlah membiarkan waktu terbuang begitu saja. Karena sungguh kekosongan waktu tak ubahnya laksana narkoba yang menyerang pikiran kita setiap saat.
Karena itu, marilah kita bangkit sekarang juga. Kerjakan shalat, mengkaji Al-Qur’an, baca buku, bertasbih, menulis, membersihkan ruangan, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Jangan berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat. Bunuhlah setiap waktu kosong dengan 'pisau' kesibukan!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Aris Saifuddin sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.