|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|





Kamis, 31 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Penulis : Ashif Aminulloh Fathnan
Aku ceria, seceria burung berkicau menyambut hari, mencari rezeki di pucuk-pucuk mahoni, mencari jalur takdir yang tak tahu kapan bertepi. Meski kau abaikan aku. Meski kau lupakan aku. Meski kau tak tahu apapun tentang sesuatu yang bernama hidup itu. Ah, aku tetap ceria. Lihatlah, kawan.
Aku ceria, seceria lagu Someday Sugar Ray. Seceria awan dalam cengkrama langit biru. Seceria daun-daun di jalanan menuju Kridosono. Seceria anak-anak berlarian di kebun binatang. Aku tak akan menyimpan kesedihan untukmu. Untuk hari-harimu yang penting. Yang tak dapat diganggu.
Lihatlah, kawan, betapa seluruh alam berseru kalau hidup ini selalu baik apa adanya. Jika kau berpikir demikian tentunya. Maka hanyalah berpikir baik dan baik. Karena kesudahannya akan pastilah baik dan baik.
Ah... bukankah memang hidup harus disyukuri? Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (QS. Ibrahim : 7).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ashif Aminulloh Fathnan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.