|
QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
|





Selasa, 8 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Penulis : Ashif Aminulloh Fathnan
Orang yang sadar bahwa jalan ini memiliki sebuah tujuan, bahwa hidup yang ia tempuh memiliki arah, yang berpegang pada sebuah petunjuk yang hakikat, maka ia tak akan limpung. Ia memilih berjalan di jalan yang jelas, sementara orang yang tidak memiliki arah dan tujuan, seperti berjalan di padang pasir tanpa petunjuk apapun.
“Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.” (QS. Luqman : 15).
Mereka membaca petunjuk, melihat alam, dan lalu menyadari bahwa hidup ini adalah bagian dari perjalanan. Dan kondisi dimana mereka berada di dunia adalah titik dari lautan warna yang akan melukis keseluruhan hidup. Maka hatinya menjadi tenang mengingat itu, jiwanya menjadi tentram, dan tak ada kesulitan apapun yang ditempuh dalam hidup, karena ia selalu yakin bahwa ia sedang berjalan, dan menuju tempat kembali yang indah.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (QS. Al-Baqarah : 286).
Indah… Begitulah cara kerja iman di dalam hati seorang muslim. Dengannya ia menjadi tenang, dengannya hidup menjadi damai. Tak ada kesulitan yang tak dapat diatasi, tak ada aral lintang tanpa ada sebuah arti. Dan pada arti itu, ia telah menggantungkan sesuatu yang hakiki. Allah. Ia menggantungkan seluruh logika, emosi, dan ikatan batin pada-Nya. Maka hanya kebaikan dan kebaikan yang ia peroleh.
“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. Al-Ikhlash : 2).
Pada perjalanan kehidupan selanjutnya, orang yang mengeluh hanya akan mendapatkan akibat dari keluhannya itu, yaitu gaung yang tajam dan dalam di sudut hati, lalu tempat kembali yang tiada arti. Sementara orang yang tersenyum mengingat-Nya, yang berserah diri, yang menghadapi rumitnya hidup dengan lembutnya dzikir dan do'a, ia akan selalu mendapat untung, ia mendapat balasan dari apa yang ia ucapkan. Ia merajut senyuman abadi dan menuai kegembiraan. Betapa indah tempat itu. Betapa elok surga itu. Ia hadapi kehidupan dunia dengan sahaja, dan di akhirat, ia temui kesenangan tiada tara. Subhanallah…
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ashif Aminulloh Fathnan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.