HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://at-than.kotasantri.com
Bergabung
12 November 2009 pukul 18:07 WIB
Domisili
Makassar - Sulawesi Selatan
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Rahmatan Lainnya
Salam Sayang
29 Maret 2013 pukul 23:00 WIB
Segores Tinta Untukmu, Cahaya
18 Maret 2013 pukul 10:00 WIB
Redumption
15 Maret 2013 pukul 15:00 WIB
Rindu Bisu
1 Maret 2013 pukul 14:27 WIB
Mantra Hati di Ujung Tujuh Puluh Purnama
25 Februari 2013 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 8 April 2013 pukul 21:00 WIB

Sepenggal Bulan untuk Malam yang Telah Mati

Penulis : Rahmatan Idul

Tiba-tiba saja aku telah berada di tengah malam yang hampir usai ini. Tak ada yang tampak olehku kecuali hitam. Hitam yang seolah abadi, sekekal malam yang tak kunjung usai ini. Sedetik kemudian aku baru menyadari malam ini telah mati. Kucoba meraba gelapnya dan membelai penatnya, namun tak lagi kurasakan denyut nadinya ketika hatiku perlahan tertidur dengan lelapnya.

Sementara jauh di sana, di ujung jemariku ketika kucoba menunjuk satu bintang, sepenggal bulan tengah bercengkrama dengan segumpalan awan. Mereka terlalu larut dalam percumbuan yang aneh itu hingga tak menyadari tatapan iriku yang dengan tajam mengawasi mereka.

Ya, aku memang iri pada kedua makhluk gelap itu. Masih layakkah bulan yang hanya sepenggal untuk dicintai, bahkan hanya oleh sehamparan malam yang telah mati? Kalau memang ya, mengapa tak semakhlukpun mencintaiku, walau alam t’lah menjadikan diriku purnama yang bersinar di palung malam? Dan kalau memang tidak, mengapa masih saja takdir membiarkan mereka bersama dalam ketidaktetapan yang tak kupahami itu?

Hmm, andai aku bisa menulis kitab takdirku sendiri, kan kujadikan diriku sepenggal bulan untuk malam yang telah mati. Namun, masihkah ada kesempatan bagiku untuk memilih? Tuhan, berikanlah aku jawabnya saat kuterjaga. Atau biarkanlah aku tertidur dalam mimpi yang indah ini, selamanya.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmatan Idul sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dradjat | Pegawai
KotaSantri.com memang pas menjadi tempat mangkalnya para santri yang ingin mengikuti jejak nabinya. Semoga penulisan-penulisan di KotaSantri.com yang penuh keteledanan dan pelajaran adalah wajah kehidupan santri sebenarnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1333 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels