|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 16 Agustus 2012 pukul 11:15 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Bukan di ujung perasaan, atau bagian tertentu yang lebih bisa terlihat. Tapi di seluruh dan sepenuh hatiku. Ketika semua tak lagi menjadi sama. Karena maknanya kini lebih sempurna.
Saat kugemulaikan ingin lewat satu liukan indah. Tentang ridha yang berakhir di surgaNya. Bukan jaminan hidup selalu penuh suka cita, tapi sebuah keikhlasan yang tertopang dari pondasi-pondasi kesadaran akan kebaikan setiap takdir. Ingin itu, dimulai dari mentaatimu, karenaNya. Kemudian, hidup dalam keberkahan di sepanjang usia.
Mestinya, ketika satu tangan bertemu dengan tangan lainnya, telah mampu mencipta satu tepukan. Ah, tak hanya satu, tapi bertubi tepukan-tepukan kebaikan, yang turut meriuhkan masa depan dan tegaknya panji-panji Islam, lewat batu pertama peletak peradaban; keluarga.
Duhai belahan jiwa, ijinkan kusampaikan kembali, tentang akad kita dalam ikatan suci ini. Bahwa hidup kita, harus selalu lebih baik, baik, dan baik. Bermula dariNya dan berakhir untukNya.
Tetap bergenggaman tangan, terlebih jika suatu saat badai menghantam perahu kita, sebab tak mungkin laut selamanya akan tenang. Terus melaju, berlayar, hingga di pelabuhan jannahNya.
Aamiin...
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.