|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
|
http://alfach.com |
|
alfachrie |
|
|
alfcah02 |
|
alfachrie@gmail.com |





Kamis, 15 Desember 2011 pukul 11:20 WIB
Penulis : Achmad Fachrie
Seiring perjalanan waktu yang pernah ditemui dan dikenal menjadi berbeda, pertemuan menjadi momen perkenalan yang tertulis dalam waktu. Saat menyapa, saat mata ini melihat jejak tanda tangan yang ditinggalkan, jenaka senyum menghias waktu. Ketika dalam tak terjawab, ada pengertian akan arti lebih, karena ketika jauh akan selalu menunggu kembali.
Perlahan waktu berjalan menyingkap garis yang sempat tertulis, bahwa garis yang sempat menjadi satu perlahan terpisah. Mungkin menjauh. Mendekat untuk menjauh. Entah apakah terjebak untuk mendekat, atau memang tidak bisa bergerak dan hanya menjauh adalah satu-satunya pilihan.
Tak terjawab ketika bertanya, dan tak terjawab ketika perjalanan untuk menyisakan tanda tanya. Lalu bagaimana menjawabnya?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.