HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Berhenti Menulis
18 Juli 2011 pukul 11:55 WIB
Keragaman Seindah Pelangi
8 Oktober 2010 pukul 18:22 WIB
Belajar Memahami
14 September 2010 pukul 17:00 WIB
Ketika Amanah Itu Datang
30 Juli 2010 pukul 18:33 WIB
Terkenang (Sahabat)
26 Juli 2010 pukul 18:44 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 23 Agustus 2011 pukul 12:00 WIB

Meramadhankan Setelah Ramadhan

Penulis : Achmad Fachrie

Keadaan bulan Ramadhan menjadi bulan dimana semua orang muslim berpuasa di seluruh dunia. Membuat suasana selama sebulan menjadi begitu syahdu, membawa atmosfer keshalihan yang ada mudah teresap dan meresap pada kita. Masjid di bulan Ramadhan jauh lebih penuh jamaahnya dibanding bulan-bulan lainnya. Begitu juga aktifitas ibadah lainya, dengan mudah kita temukan. Keadaan tersebut, sebersit mengetuk hati kita untuk melakukannya pula, ikut berlomba-lomba.

Kesemarakkan Ramadhan membuat kita dapat dengan “mudah” melakukannya, karena “teman” sekeliling kita banyak yang menemani kita. Tapi pernahkah kita mencoba meresapi Ramadhan, membawanya melewati Ramadhan. Pernahkah kita mencoba berpuasa pasca Ramadhan? Apalagi menjalankan sunnah Rasul yang melakukan puasa Syawal. Dimana mungkin sebagian besar orang melakukan “balas dendam”, tapi kita mencoba melakukan puasa. Sebagian besar dari kita mungkin akan mengatakan, cobaan yang diterima ketika berpuasa bulan Syawal jauh lebih hebat dibanding berpuasa di bulan Ramadhan.

Sesuai dengan surat Al-Baqarah : 183, bahwa tujuan dari diperintahkannya berpuasa pada bulan Ramadhan adalah la’allakum tattaquum (agar kamu bertakwa), untuk membentuk manusia yang bertakwa. Ketakwaan itu sesungguhnya adalah salah satu bekal yang akan dibawa untuk 11 bulan setelah Ramadhan. Karena pada 11 bulan ke depan selain Ramadhan, jiwa kita cenderung untuk mengalami terkikis karena mengingat suasana 11 bulan ke depan berbeda dibandingkan atmosfer ketika Ramadhan.

Pada Ramadhan kini, jiwa kita di-charge, mengisi keshalihan yang terkikis. Layaknya batere, kemampuan bertahan menjaga keshalihan yang sudah didapatkan teruji, mampukah hingga kita kembali bertemu Ramadhan berikutnya untuk merasakan kembali syahdunya charging jiwa kita?

Ramadhan adalah bulan penuh kebarakahan, karena di dalamnya semua aktifitas ibadah dinilai bertambah berkali-kali lipat, berbonus-bonus. Apalagi jika mengingat, salah satu hadits; Dari Abu Hurairah RA berkata, bahwa Rasulullah SAW barsabda, Allah SWT berfirman, “Setiap amal anak Adam adalah miliknya kecuali puasa. Puasa itu adalah milik-Ku, dan Akulah yang akan memberi pahalanya.“ (HR. Bukhari dan Muslim), bahwa ibadah lain sudah ditetapkan derajat pahalanya, tapi untuk puasa, Allah sendiri yang akan membalasnya, subhanallah. Mengingat hadits ini, tentu seharusnya semakin membuat para pelaku puasa termotivasi melakukan puasa sebaik-baiknya. Karena ketika Allah menyembunyikan ridhaNya dalam setiap kebaikan, maka kebaikan semungil apapun menjadi sangat berharga.

Semoga dengan tersembunyinya balasan yang diberikan Allah kepada kita, menjadi motivasi yang terjaga melakukan kebaikan sekecil apapun untuk menjaga ibadah kita. Bukan sekedar terseret semaraknya Ramadhan, tapi membawa atmosfer Ramadhan terserap pada jiwa hingga terasa di dalam jiwa pada bulan apapun untuk meramadhankan setelah Ramadhan. Semoga, amiin Alluhamma amiin.

Wallahu a’lam bishshawab.

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hamzah | Wiraswasta
KotaSantri.com, sejukkan hati!!! Peace ah. SaLam ukhuwwah wat hamba Allah se-alam dunia.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2364 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels