QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://nuraulia.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Jurnalis
Tulisan Aris Lainnya
Aku Songsong Cahaya
28 September 2011 pukul 14:14 WIB
Terasing
5 September 2011 pukul 14:00 WIB
Ketika Ibu Memilih Ikut Bekerja
27 Agustus 2011 pukul 11:22 WIB
Kenapa Pahlawanku
19 Agustus 2011 pukul 14:00 WIB
Derita Perempuan di Tengah Krisis
4 Agustus 2011 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 7 November 2011 pukul 11:00 WIB

Jangan Pernah Menyerah pada Diri Sendiri

Penulis : Aris Solikhah

Wahai jiwa yang letih...

Lelah tua rapuh. Menanti dalam penghujung waktu tak tentu. Aku mencaci maki dalam diam. Berteriak dalam sendu. Aku rongrong diri sendiri dengan kata-kata hina. Aku tak mampu. Aku tiada guna. Aku lemah. Aku tiada arti. Aku tiada dicinta. Aku malas. Penuh kelemahan dan kekurangan. Aku adalah serangkum jiwa-jiwa kerdil. Sifat-sifat buruk bermuara. Lalu mengerutlah aku. Duduk menekuk lutut.Wajah sendu menunduk beku. Menekuri lantai dingin. Berurai airmata dalam sepi, gelap, sendirian. Meratapi nasib berkepanjangan.putus asa. Diam. Tak berbuat apa-apa. Maka seolah-olah aku sampah hina dina, patut dibuang dan disingkirkan.

Tak kah Aku sadari wahai jiwaku, saat aku menghina diriku sendiri. Aku telah merendahkan diriku sendiri. Aku telah mengingkari maha karya luar biasa Sang Pencipta. Apa hakku menghina, mencerca wadah pinjaman. Betapa jahatnya, kriminal ulung memasukkan berjuta-juta virus paling berbahaya, menyerang software pikiran dan hatiku sendiri. Pusat semua kekuatan dan pengendali diriku sendiri. Tahukah kau, wahai jiwaku itulah godaan setan terkutuk yang menyusup dalam nadiku. Kau hanya diminta beramal sebanyak-banyak dengan tubuh dan jiwa pinjaman ini. Waktu pengembaliannya pun terbatas, sempit dan aku tak pernah tahu. Ayo bersegeralah..

Lalu kau rongrong pula dengan kata manis.Aku pandai. Aku unik. Aku penuh talenta. Betapa hebatnya Aku. Betapa beruntungnya aku. Betapa baiknya aku. Dermawan, berbudi. Segudang potensi. Semua ini kucapai karena usahaku sendiri. Karena aku mampu. Karena aku diwarisi keajaiban. Tiada arti orang di sekelilingku. Mereka bodoh. Tak punya apa-apa. Tak tahu apa-apa. Ih siapa lhoh..

Takkah kau sadari wahai jiwaku, saat aku memuji sendiri sendirian, suaramu menembus langit ke tujuh. Bumi goncang mendengar keangkuhan, kesombongan diriku sendiri. Laut mendidih marah. Gunung seolah memuntahkan isinya, karena jijik mendengar bisikan hatiku. Aku arogan. Pintu-pintu kebenaran, kebaikan tertutup rapat. Pintu-pintu surga pun lari dariku.

Wahai jiwaku dan tubuhku, tidakkah ingat aku hanyalah satu makhluk super mikro bahkan super nano di tengah luasnya ciptaan jagad raya. Otak dan kecerdasanku kapasitasnya beberapa cc saja. Tak cukup menampung tinta-tinta dan kalam ilmu ilahi. Semua yang aku miliki juga sebatas pemberian ilahi. Tubuhku tumbang hanya virus flu. Suaraku hilang gara-gara radang tenggorokan akibat hawa sangat dingin. Cuma hawa dingin. Ingat itu. Aku bukan apa-apa ditengah maha karya dan luasnya kekuasaan Allah swt. Bertaubat dan bersyukurlah..

Wahai jiwaku, inilah hidup. Aku akan berperang dalam dua sisi bahkan beranekaragam. Bisikan menggoda. Rayuan gombal. Pikatan pesona asyik masyuk, suara hati yang menggelora. Pujian yang melupakan melalaikan. Pun serangan hinaan merendahkan yang menghancurkan.

Jangan Pernah Menyerah Pada Diri Sendiri! Jangan Pernah Putus Asa! Hambatan Di Luar Jauh Kecil Jika Aku Pandai Mengelola dan Menyikapinya. Diriku Sendiri Yang Bisa Melawannya. Bukan Orang Lain. Jangan Bergantung Pada Orang Lain. Jangan terlalu berharap pada orang lain. Kemenangan Diriku Adalah Sumber Kekuatan Menjalani Hidup. Mintalah Allah Senjata Ampuh Mengalahkan Diriku Sendiri. Senjata Berupa Iman, Ilmu, Dzikir, Pikiran Yang Sadar.

Suka
ielya Himma Azzahra dan Fasihul Al Rasyid menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Achmad Husaery | swasta
Alhamdulillah, dengan adanya KotaSantri.com kita bisa melakukan Introspeksi diri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1035 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels