QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Syarat Menikah Kita
27 Januari 2011 pukul 14:45 WIB
Sucikan Diriku Selama-lamanya
21 Januari 2011 pukul 13:50 WIB
Akan Kukalahkan Naluriku
17 Januari 2011 pukul 18:11 WIB
Allah Mahadekat, dan Sangat Mudah Didekati
11 Januari 2011 pukul 18:55 WIB
Rasa di Pagi Hari
7 Januari 2011 pukul 21:41 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 31 Januari 2011 pukul 12:00 WIB

Allah, Ijinkan Aku (Berani) Jatuh Cinta

Penulis : Rifatul Farida

Di indah mawar, mataku tertawan. Pada aneka warnanya, tetap saja ia mewangi satu. Jika boleh, ijinkan aku menyentuh, merengkuh, dan memiliki. Kujadikan hiasan di taman hati. Bukan untuk menarik para kumbang menghampiri. Tapi aku ingin ia menjadi bagian dari diri.

Jika cinta tetaplah merah muda, maka akan kugubah menjadi merah marun. Karena mawarku telah tumbuh subur, dan menjadikan semua bernuansa sama. Agar tak ada lagi kisruh dalam hati, agar tak ada lagi kisah melemah dan patah, atau centilnya merah muda di usia dewasa. Karena merah marun itu mempunyai ketegasan karakter, kuat, dan berani.

Mungkin aku tak selalu tegar, tapi aku tak kan pernah menjadi lemah dan berhenti. Karena begitulah jiwa ini telah mengendalikan, dalam keputusan hidup tuk tetap melaju. Dengan ingatan sepanjang waktu, tentang pengakuan kerdil di hadapanNya, yang menjadi nada-nada kepasrahan purnakan tiap ikhtiar.

Atau jika boleh, dan bolehkah? Aku ingin mengatakan langsung dan jujur. Bahwa aku ingin menggubah diriku menjadi mawar, dan menjadi bagian dari indahnya pesona ciptaanNya. Melafadzkan dzikir pagi-petang dalam ketertundukan tanpa pamrih. Pahami hakikat hidup, tanpa khawatir senja datang gugurkan kelopaknya.

Namun pada kenyatannya aku hanyalah wanita bumi yang hidup di akhir zaman. Berharap dapat melangit dan bertemu para bidadari, belajar banyak hal dari mereka, tentang kesabaran menanti dan melawan semua rasa takut.

Atau tak harus melangit? Karena sosok Khadijah memberi teladan, Aisyah pun menginspirasi, dan Fatimah Az Zahra menawarkan ajaran kesedehanaan hidup.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

AMMAR Hi HABIB | Mahasiswa
Wadah inspiratif dan motivatif dalam hidup dan menjadi ruang untuk berekspresi.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1874 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels